DPRD Samarinda Soroti Krisis Guru, Pendidikan Terancam
SOROTMATA.ID – Kurangnya tenaga guru di Kota Samarinda, Kalimantan Timur tak lepas dari sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.
Sorotan ini salah satunya datang dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie.
Diketahui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda mencatat bahwa saat ini terdapat kekurangan lebih dari 700 guru di berbagai jenjang sekolah.
Ia menilai persoalan itu bukan sekadar angka administratif, melainkan ancaman nyata bagi masa depan pendidikan di Kota Samarinda.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi masa depan anak-anak Samarinda. Angka kekurangannya masih bisa terus bertambah sampai akhir tahun,” kata Novan.
Novan menilai kondisi ini menjadi ancaman serius bagi kualitas pendidikan di daerah.
Menurut Novan, regulasi perekrutan tenaga non-ASN yang terbatas serta proses panjang penempatan CPNS membuat kebutuhan guru tidak bisa segera terpenuhi.
“Sementara itu, guru yang baru lolos CPNS tidak bisa langsung masuk mengajar karena masih ada proses lanjutan yang harus diselesaikan,” ujarnya..
Situasi ini membuat sekolah-sekolah di Samarinda harus mencari solusi sementara. Namun, keterbatasan regulasi dan birokrasi memperlambat langkah konkret dalam mengisi kekosongan tenaga pengajar.
Untuk sementara, sekolah terpaksa menggunakan skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Skema ini memungkinkan sekolah merekrut tenaga pengajar tambahan, tetapi keterbatasan anggaran membuat solusi ini tidak ideal.
Namun, DPRD menilai skema ini belum cukup kuat untuk menjawab kebutuhan jangka panjang karena keterbatasan anggaran.
“Jika hanya mengandalkan BOSDA, kemampuan pembiayaannya memang sangat terbatas,” tandasnya.
(dprdsmd/adv)
