DPRD Samarinda Kawal Optimalisasi Aset Daerah, Dorong PAD Tumbuh Tanpa Bebani Masyarakat
SOROTMATA.ID – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda.
Salah satu strategi yang didorong adalah mengoptimalkan aset daerah agar tidak hanya menjadi bagian dari inventaris pemerintah, tetapi mampu memberikan nilai tambah dan menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.
Melalui Komisi II, DPRD Kota Samarinda mendorong Perumda Varia Niaga untuk mengambil peran lebih besar dalam mengelola potensi aset daerah secara profesional dan produktif.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen DPRD dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Peningkatan PAD diharapkan dapat dilakukan melalui pengembangan sektor produktif, bukan dengan menambah beban masyarakat melalui pungutan baru.
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan pengelolaan aset daerah harus diarahkan pada pemanfaatan yang memberikan dampak ekonomi.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah aset milik Pemerintah Kota Samarinda yang memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga mampu menghasilkan manfaat lebih besar bagi daerah.
“Sehingga aset-aset daerah ini tidak hanya menjadi beban pemeliharaan, tetapi dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.
Dorongan DPRD tersebut sejalan dengan perkembangan kinerja Perumda Varia Niaga yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan kontribusi terhadap PAD Samarinda.
Berdasarkan catatan DPRD, setoran Varia Niaga pada 2024 berada di kisaran Rp400 juta. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar Rp500 juta pada 2025. Sementara pada tahun ini, kontribusinya telah mencapai sekitar Rp2,5 miliar.
“Perkembangan kontribusi Varia Niaga terhadap PAD terlihat cukup jelas. Setiap tahun ada peningkatan setoran yang menunjukkan kinerja perusahaan daerah tersebut terus bergerak positif,” kata Iswandi.
DPRD Dorong Sinergi Pengelolaan Aset
Untuk memastikan aset daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal, Komisi II DPRD Samarinda akan mendorong adanya pembahasan bersama antara Perumda Varia Niaga, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Pertemuan tersebut akan menjadi ruang untuk melakukan inventarisasi aset yang masih belum dimanfaatkan sekaligus mencari peluang pengembangan bisnis yang sesuai dengan aturan.
DPRD menilai sinergi antarinstansi menjadi kunci agar pengelolaan aset daerah memiliki arah yang jelas, transparan, dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami ingin ada pembahasan bersama antara Varia Niaga, BPKAD, dan OPD terkait untuk melihat aset-aset mana saja yang masih bisa dikembangkan. Dari sana kita mencari konsep bisnis yang tepat agar aset tersebut dapat memberikan manfaat bagi daerah dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku,” jelasnya.
BUMD Harus Seimbang antara Bisnis dan Pelayanan
DPRD Kota Samarinda juga menegaskan bahwa penguatan peran Varia Niaga tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis.
Sebagai badan usaha milik daerah, Varia Niaga memiliki tanggung jawab untuk mendukung program pemerintah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satunya melalui peran dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Karena itu, DPRD mendorong agar Varia Niaga terus meningkatkan profesionalitas pengelolaan usaha, namun tetap menjaga fungsi pelayanan publik.
“Yang menjadi tujuan utama adalah bagaimana PAD dapat terus meningkat melalui langkah-langkah yang produktif, inovatif, dan memberikan manfaat, tanpa membuat masyarakat harus menanggung tambahan beban,” tegas Iswandi.
Melalui penguatan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan BUMD, optimalisasi aset daerah diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Samarinda.
(advdprdsmd)
