AdvetorialDPRD Kota Samarinda

Di Tengah Keterbatasan Fiskal, DPRD Minta Pemkot Samarinda Lebih Selektif Jalankan Pembangunan

SOROTMATA.ID – Pembangunan Kota Samarinda terus menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, di tengah tantangan keterbatasan kemampuan fiskal daerah, perencanaan yang matang menjadi kunci agar setiap program pembangunan mampu memberikan manfaat maksimal dan berkelanjutan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk terus menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan yang berkualitas harus lahir dari kebijakan yang tepat sasaran, berdasarkan kebutuhan masyarakat, serta mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Dengan begitu, setiap anggaran yang digunakan dapat memberikan nilai manfaat yang optimal.

“Ada tiga hal yang wajib menjadi perhatian pemerintah sebelum melakukan pembangunan, yakni kajian yang benar-benar matang, kemampuan fiskal daerah, serta manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Sani.

Politisi Fraksi PKS tersebut menjelaskan, ketiga aspek itu menjadi dasar penting dalam memastikan pembangunan Samarinda berjalan efektif dan berkesinambungan. Kajian yang kuat akan membantu pemerintah menentukan prioritas, sementara kemampuan fiskal menjadi pertimbangan agar pembangunan tetap berada dalam koridor pengelolaan anggaran yang sehat.

Sani menilai, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari jumlah proyek yang berhasil direalisasikan. Lebih dari itu, pemerintah perlu memastikan setiap program yang dijalankan mampu memperkuat pelayanan publik, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Samarinda.

Karena itu, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tetap mengedepankan skala prioritas, termasuk menyelesaikan berbagai kewajiban yang masih menjadi tanggung jawab pemerintah sebelum memulai pembangunan baru yang belum mendesak.

“Kondisi keuangan daerah saat ini masih menghadapi keterbatasan. Karena itu, pemerintah perlu lebih selektif dan tidak tergesa-gesa meluncurkan program baru. Kewajiban yang masih berjalan harus menjadi prioritas untuk diselesaikan terlebih dahulu sebelum mengambil langkah pembangunan berikutnya,” ujarnya.

Menurut Sani, langkah tersebut bukan berarti menghambat pembangunan, melainkan memastikan setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar perencanaan yang kuat dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Ia menegaskan dukungannya terhadap pembangunan yang dilakukan secara terencana dan sesuai dengan kemampuan daerah. Baginya, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan keuangan pemerintah.

“Namun, apabila tiga syarat tersebut diabaikan, saya khawatir hasilnya akan kembali mengulang persoalan yang pernah terjadi sebelumnya,” tandasnya.

Dengan perencanaan yang tepat, pengelolaan anggaran yang disiplin, serta orientasi pada kepentingan masyarakat, pembangunan Samarinda diharapkan mampu berjalan lebih efektif dan menghadirkan manfaat yang dirasakan secara luas.

(Advdprdsmd)

1.018 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *