BERITAINTERNASIONAL

Trump Sebut AS Bisa Kuasai Selat Hormuz, Iran Siap Merespons Setiap Gangguan

SOROTMATA.ID  – Ancaman Amerika Serikat untuk memperketat kendali terhadap Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran internasional. Jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia itu kini berada di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan negaranya mengambil alih operasi di kawasan tersebut.

Trump mengatakan Amerika Serikat telah mengeluarkan biaya besar dan menghadapi risiko tinggi dalam menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia menilai negara-negara lain yang bergantung pada jalur tersebut harus ikut menanggung biaya perlindungan yang diberikan AS.

“Kita akan menjaganya. Kita akan dibayar untuk menjaganya, banyak uang. Kita ingin mendapatkan penggantian biaya karena telah membahayakan rakyat kita,” kata Trump kepada Fox News.

Pernyataan tersebut langsung meningkatkan perhatian pasar global karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas global melewati kawasan tersebut setiap hari. Setiap gangguan terhadap aktivitas pelayaran di wilayah itu berpotensi memicu kenaikan harga energi dan memperbesar tekanan terhadap perekonomian dunia.

Ancaman Blokade dan Dampak Ekonomi Global

Trump sebelumnya juga menyatakan AS akan mempertahankan pengaruhnya terhadap Selat Hormuz. Ia bahkan membuka kemungkinan mengenakan biaya tol apabila upaya diplomasi dengan Iran gagal menghasilkan kesepakatan.

Trump menuduh Iran melanggar Nota Kesepahaman yang disebut telah dicapai kedua negara dan ditandatangani secara elektronik pada 18 Juni lalu. Ia memperingatkan bahwa Washington dapat mengambil tindakan lebih keras jika Teheran dianggap tidak memenuhi kesepakatan.

“Kita punya kesepakatan. Mereka selalu melanggarnya. Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras. Kita mungkin akan menguasai Selat itu!” kata Trump, dilansir Anadolu Agency.

Selain itu, Trump melalui unggahan di Truth Social menyebut Amerika Serikat kembali menerapkan blokade terhadap Iran dengan menghentikan kapal atau pelanggan Iran yang berusaha masuk maupun keluar.

Pusat Informasi Maritim Gabungan yang dipimpin Angkatan Laut AS kemudian menyatakan bahwa langkah tersebut akan dimulai pada Selasa (14/7) pukul 20.00 GMT.

Jika pembatasan terhadap lalu lintas kapal benar-benar terjadi, sejumlah pengamat memperkirakan dampaknya dapat meluas ke pasar energi internasional. Perusahaan pelayaran, negara pengimpor minyak, hingga industri yang bergantung pada bahan bakar fosil akan menghadapi ketidakpastian baru.

Iran Tolak Pengambilalihan Selat Hormuz

Iran menegaskan tidak akan menerima upaya Amerika Serikat untuk mengambil kendali atas Selat Hormuz. Teheran menyatakan pengelolaan jalur tersebut merupakan bagian dari kepentingan strategis dan keamanan nasionalnya.

Seorang juru bicara di Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya memperingatkan AS dan sekutunya agar tidak melakukan intervensi.

“Seperti yang telah diperingatkan sebelumnya, kami tidak akan, dalam keadaan apa pun, mengizinkan AS untuk ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz,” kata juru bicara tersebut.

Iran juga memperingatkan bahwa militernya akan mengambil tindakan terhadap setiap upaya yang dianggap mengganggu lalu lintas pelayaran.

“Angkatan Bersenjata Iran akan merespons dengan tegas setiap gangguan terhadap jalur pelayaran komersial dan tanker minyak oleh militer AS, yang menyerang di luar jalur pelayaran yang telah ditentukan Iran, dan tanpa otorisasi dari angkatan bersenjata Iran,” imbuhnya.

Dengan meningkatnya ketegangan kedua negara, Selat Hormuz kembali menjadi simbol persaingan geopolitik yang dapat berdampak jauh melampaui kawasan Timur Tengah. Dunia kini menunggu apakah ancaman tersebut hanya menjadi tekanan politik atau berkembang menjadi krisis keamanan yang mengganggu perdagangan energi global.

(*)

1.128 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *