AdvetorialDPRD Kota Samarinda

Jelang Idul Adha, DPRD Samarinda Tekankan Pentingnya Pemantauan Kesehatan Hewan Kurban dan Soroti Kandang Dekat Pemukiman

SOROTMATA.ID – DPRD Kota Samarinda menyoroti banyaknya pedagang hewan kurban yang membangun kandang di kawasan perkotaan menjelang Idul Adha.

Sorotan ini datang dari Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi.

Ia mengatakan banyak warga yang mengeluhkan aroma tak sedap akibat kotoran yang dihasilkan hewan tersebut.

Oleh karenanya ia meminta instansi terkait untuk melakukan penertiban lokasi penjualan hewan kurban yang berada di dekat pemukiman masyarakat.

“Jadi Satpol PP mesti turun dan mengimbau pemilik kandang hewan kurban agar tidak berdekatan dengan perumahan padat penduduk,” ujarnya.

Lebih lanjut Iswandi juga meminta pemerintah untuk memastikan kesehatan hewan yang akan dikurbankan tidak terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Ia menekankan agar gencar lakukan pemantauan di lapangan.

“Sebenarnya mau hari raya atau tidak kita terus monitoring melalui Dinas Perikanan dan Peternakan Samarinda, tetapi pada saat Idul Adha kuantitas daging harus diperhatikan serius,” tegasnya.

Namun demikian ia memastikan untuk saat ini hewan kurban yang masuk di Kota Tepian dipastikan aman dan sehat.

“Sebelum sapi dan kambing yang masuk ke kota sudah dikarantina terlebih dahulu, jadi terverifikasi aman,” paparnya.

Sementara itu Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan (DKPKH) Samarinda memastikan kesehatan hewan kurban tetap terjaga menjelang Hari Raya Idul Adha.

Kepala DKPKH Samarinda, Muhammad Darham mengatakan dalam menjaga kesehatan hewan kurban bukan hanya urusan peternak.

Berbagai langkah telah disiapkan DKPKH untuk melindungi konsumen dari risiko membeli hewan kurban yang sakit atau tak layak sembelih.

“Kesehatan hewan kurban bukan hanya urusan peternak tapi juga hak konsumen. Kami hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan hewan yang sehat, aman, dan sesuai syariat,” ujar Kepala DKPKH Samarinda, Muhammad Darham, Kamis (29/5/2025).

Tim kesehatan hewan yang terdiri dari dokter dan paramedis telah disebar ke 58 titik kandang dan showroom ternak di Samarinda.

Mereka tidak hanya memeriksa fisik hewan tetapi juga mendampingi proses distribusi dan penyembelihan.

“Bahkan setelah pembelian kami tetap ikut mengawasi proses penyembelihannya semua tahapan ini demi menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *