Hadiri Wartawan Legend Bedapatan, Andi Harun Tekankan Akurasi dan Etika Jurnalistik
SOROTMATA.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan insan pers agar tidak mengorbankan akurasi demi mengejar kecepatan publikasi di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, tantangan terbesar dunia jurnalistik saat ini adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan menyampaikan informasi secara cepat dan kewajiban menyajikan berita yang benar.
Pesan tersebut disampaikan Andi Harun saat menghadiri kegiatan Wartawan Legend Bedapatan Ke-4 di Hotel Claro Pandurata (eks Hotel Atlet), Kompleks Stadion Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Sabtu (13/6/2026).
“Di era sekarang, kita sering dihadapkan pada situasi di mana informasi harus disampaikan dengan cepat. Namun kita juga harus ingat bahwa berita yang cepat belum tentu benar,” ujar Andi Harun.
Andi Harun Soroti Tantangan Jurnalisme di Era Digital
Menurut Andi Harun, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola konsumsi berita masyarakat. Informasi kini dapat menyebar dalam hitungan detik melalui berbagai platform digital dan media sosial.
Kondisi tersebut membuat media menghadapi tekanan besar untuk menjadi yang pertama menyampaikan informasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kecepatan tidak boleh mengabaikan prinsip dasar jurnalistik.
Ia menilai media profesional harus tetap menjadikan verifikasi sebagai fondasi utama dalam proses pemberitaan.
Wali Kota Samarinda Tekankan Pentingnya Verifikasi Berita
Andi Harun mengatakan proses pengecekan fakta menjadi langkah yang tidak boleh tertinggal dalam kerja jurnalistik. Tanpa verifikasi yang memadai, informasi yang beredar berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kebenaran sering kali membutuhkan waktu karena harus melalui proses pengecekan dan verifikasi. Tantangannya adalah bagaimana media tetap bisa cepat, tetapi tidak mengorbankan akurasi,” katanya.
Menurutnya, masyarakat saat ini semakin sulit membedakan informasi yang telah terverifikasi dengan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Karena itu, media profesional memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas informasi yang diterima publik.
Andi Harun Apresiasi Peran Pers sebagai Pilar Demokrasi
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun juga menyampaikan apresiasi kepada wartawan yang tetap menjalankan tugas berdasarkan kaidah jurnalistik dan etika profesi.
Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi. Selain menyampaikan informasi kepada masyarakat, media juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
“Saya sangat mengapresiasi produk jurnalistik, sekeras apa pun kritik yang disampaikan, selama prinsip-prinsip jurnalisme tetap dijunjung tinggi,” ujarnya.
Menurut Andi Harun, pemerintah tidak boleh menutup diri terhadap kritik. Sebaliknya, kritik yang berbasis fakta harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.
Andi Harun Dorong Hubungan Sehat antara Pemerintah dan Media
Andi Harun juga mengajak pemerintah dan insan pers terus membangun hubungan yang sehat serta saling mengoreksi secara konstruktif.
Ia menilai media memiliki fungsi kontrol yang penting dalam sistem demokrasi. Sementara itu, pemerintah harus membuka ruang komunikasi dan menerima masukan yang bertujuan membangun.
“Pemerintah tentu tidak selalu sempurna. Karena itu media memiliki fungsi kontrol yang sangat penting. Di sisi lain, pemerintah juga harus terbuka terhadap masukan dan kritik yang membangun,” katanya.
Ia menambahkan bahwa hubungan baik antara pemerintah dan media tidak berarti menghilangkan sikap kritis. Hubungan tersebut justru harus melahirkan komunikasi yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Kita berharap pemerintah dan media bisa terus saling mengoreksi secara konstruktif sehingga informasi yang sampai kepada masyarakat benar-benar akurat, berimbang, dan mencerdaskan,” ujarnya.
Wartawan Legend Bedapatan Perkuat Silaturahmi Insan Pers
Kegiatan Wartawan Legend Bedapatan Ke-4 turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, wartawan senior, jurnalis aktif, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemerhati dunia pers di Kalimantan Timur.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai tantangan dan masa depan dunia jurnalistik di tengah perkembangan teknologi digital yang terus berkembang.
(Redaksi)
