Gedung Plaza 21 Dilirik Investor Lokal untuk Dijadikan Hotel, Pemkot Samarinda Lakukan Kajian Terlebih Dahulu
SOROTMATA.ID, SAMARINDA – Gedung Plaza 21 milik Pemerinta Kota Samarinda dilirik investor lokal.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan ada perusahaan swasta lokal yang menawarkan investasi pembangunan hotel di Gedung Plaza 21 yang terletak di Jalan Niaga Timur, Komplek Citra Niaga tersebut.
“Ada penawaran yang masuk ke pemkot. Jadi investor lokal ingin menjadikan gedung Plaza 21 sebagai hotel.” kata Andi Harun,Selasa (7/2/20223).
Andi Harun lanjut mengatakan, investor tersbut rencananya akan menambah satu lantai lagi gedung Plaza 21 itu.
“Mereka rencananya bakal investasi nilainya kurang lebih Rp35 miliar. Tapi bakal ditambahkan 1 lantai lagi, dan akan dibuat lebih dari 100 kamar,” ujar Andi Harun, Selasa petang, 7 Februari 2023.
Adapun keuntangan yang akan didapatkan Pemkot Samarinda adalah Rp 150 juta per tahun, ditambah pembagian deviden sebasar 5 persen dari keuntungan per tahunnya.
“Jika mereka diberi kesempatan untuk berinvestasi. Maka pemkot akan mendapatkan sebesar Rp150 juta per tahun. Kemudian bagian deviden dari hasil keuntungan itu sebesar 5 persen per tahun.”
Meski menyambut baik usulan kerjasama itu, tetapi orang nomor satu di Kota Samarinda itu mengaku tidak serta merta menerima tawaran kerjasama tersebut.
Walikota Andi Harun meminta OPD terkait terlebih dahulu mengkaji tawaran tersebut.
“Pertama saya ucapkan terimakasih sangat bagus karena memang dari pada mangkrak kan kita manfaatkan,” katanya.
“Yang kedua saya dan pemkot akan mengkaji sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang kerjasama bidang pemanfaatan aset pemerintah dengan pihak ketiga,” sambungnya.
Hal itu karena ia ingin melihat nilai tanah dan bangunan Gedung milik Pemkot itu melalui kajian terlebih dahulu.
Setelah kajian yang dilakukan oleh Pemkot bisa saja potensinya lebih tinggi dari yang ditawarkan pihak swasta.
Jika hasilanya demikian ia katakan bahwa dirinya akan memberi dua opsi kepada pihak swasta itu.
Pertama menawarkan bagi keuntungan sesuai dengan hasil kajian yang dilakukan oleh Pemkot.
“Kalau mereka hanya mampu memberi itu saya pikirkan 2 alternatif bagaimana kalau pemerintah yang investasi kalian yang membangun kalian pengelola,” pungkasnya.
(Advertorial)
