Perundingan AS–Iran Ditunda, Putaran Lanjutan Direncanakan di Pakistan
SOROTMATA.ID – Rencana perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang semula dijadwalkan berlangsung pekan ini dipastikan mengalami penundaan.
Meski demikian, kedua negara disebut tetap berkomitmen untuk melanjutkan dialog damai.
Pembicaraan lanjutan kini direncanakan digelar pekan depan di Islamabad, Pakistan. Beberapa pejabat senior Pakistan yang mengetahui proses tersebut menyatakan bahwa kedua pihak tengah memfinalisasi keputusan terkait lokasi dan agenda perundingan putaran kedua.
Meski ketegangan meningkat, Gedung Putih optimistis akan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
“Diskusi sedang berlangsung dan kami merasa optimistis terhadap prospek kesepakatan,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam konferensi pers, pada Rabu (15/4/2026) waktu setempat.
Ia menambahkan bahwa pertemuan tatap muka berikutnya sangat mungkin digelar di Islamabad.
Trump Isyaratkan Perundingan Damai AS–Iran Berlanjut
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan akan berlanjut. Dalam wawancara dengan New York Post pada Selasa (14/4), Trump mengungkapkan bahwa putaran kedua negosiasi tersebut berpeluang digelar pada Kamis (16/4) di Islamabad, Pakistan.
Trump awalnya sempat menyebut Eropa sebagai lokasi potensial untuk pertemuan lanjutan. Namun, ia kemudian mengubah pernyataannya dan menegaskan bahwa Pakistan tetap menjadi lokasi yang lebih mungkin. Pergeseran ini menunjukkan adanya dinamika cepat dalam pengambilan keputusan terkait diplomasi tingkat tinggi tersebut.
“Anda sebaiknya tetap di sana, sungguh, karena sesuatu mungkin terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana,” ujar Trump kepada reporter New York Post yang sedang bertugas di Islamabad, seperti pemberitaan CNN, Rabu (15/4/2026).
Pakistan Dinilai Berperan Penting
Trump juga menyoroti peran penting Pakistan dalam memfasilitasi perundingan ini. Ia secara khusus memuji Marsekal Lapangan Pakistan, Asim Munir, atas kontribusinya dalam proses diplomasi tersebut.
“Itu lebih mungkin terjadi, Anda tahu kenapa? Karena sang marsekal lapangan melakukan pekerjaan yang luar biasa,” kata Trump.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Pakistan tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga memainkan peran strategis dalam menjembatani komunikasi antara kedua negara yang telah lama berseteru tersebut.
Alternatif Lokasi dan Sikap Trump
Selain Islamabad, Jenewa sempat muncul sebagai alternatif lokasi perundingan. Namun, Trump tampak meremehkan opsi tersebut dan mempertanyakan relevansinya dalam konteks negosiasi ini.
“Mengapa kita harus pergi ke negara yang tidak ada hubungannya dengan hal ini?” ujarnya.
Sikap ini mencerminkan preferensi Trump terhadap lokasi yang menurutnya memiliki keterlibatan langsung atau kontribusi nyata dalam proses negosiasi.
Situasi di kawasan Teluk Persia semakin tegang akibat ketegangan di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital energi dunia. Lalu lintas kapal tanker minyak dilaporkan melambat seiring ancaman Iran terhadap kapal yang melintas dan respons AS yang memberlakukan blokade terhadap beberapa pelabuhan Iran.
Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa kelanjutan gencatan senjata sangat bergantung pada pembukaan penuh Selat Hormuz. Dari pihak Iran, kantor berita Fars melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan ekspor petrokimia hingga pemberitahuan lebih lanjut.
(*)
