Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tetap Stabil
SOROTMATA.ID – Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sektor energi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Selain memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dalam kondisi aman, pemerintah juga memastikan harga BBM subsidi maupun LPG subsidi tetap tidak mengalami kenaikan meski harga minyak dunia masih berfluktuasi akibat konflik yang berlangsung di Timur Tengah.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7).
Dalam pertemuan itu, pemerintah membahas kondisi ketahanan energi nasional sekaligus perkembangan situasi geopolitik yang berpotensi memengaruhi pasar energi dunia.
Stok Energi Nasional Masih Terjaga
Bahlil mengatakan pemerintah terus memantau dampak konflik di Timur Tengah terhadap sektor energi. Meski ketegangan di kawasan tersebut masih berlangsung, pemerintah memastikan cadangan energi nasional tetap berada pada level yang aman.
“Kami juga melaporkan tentang geopolitik, peperangan yang ada di Timur Tengah yang belum selesai. Tapi kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude insya Allah di atas standar minimum nasional, termasuk kondisi LPG,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Selasa (28/7).
Menurutnya, kondisi tersebut memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri sekaligus mengantisipasi dampak yang mungkin muncul dari dinamika pasar minyak internasional.
Pemerintah Pertahankan Harga BBM Subsidi
Di tengah fluktuasi harga minyak dunia, pemerintah memilih mempertahankan kebijakan harga energi bersubsidi. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap energi dengan harga yang terjangkau.
Bahlil menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan terhadap harga BBM subsidi maupun LPG subsidi.
“Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk di dalamnya adalah LPG subsidi,” ujarnya.
Pemerintah menilai stabilitas harga energi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasional.
Program E20 Tunggu Kesiapan Industri
Selain membahas ketahanan energi, pemerintah juga menyinggung rencana penerapan bahan bakar campuran bioetanol atau E20. Namun, kebijakan tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat karena pemerintah masih mempersiapkan kapasitas industri etanol di dalam negeri.
Bahlil menjelaskan bahwa penerapan mandatori E20 baru akan dilakukan setelah produksi etanol nasional mampu memenuhi kebutuhan secara berkelanjutan.
“Sampai kita melihat kapasitas industri etanol kita. Kalau etanol kita semua sudah siap baru bisa kita melakukan mandatory E20 sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo),” kata Bahlil.
Pemerintah akan terus memperkuat industri bioetanol sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi nasional. Dengan kesiapan produksi yang memadai, program E20 diharapkan dapat mendukung transisi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar berbasis fosil tanpa mengganggu pasokan energi bagi masyarakat.
(*)
