Jadi Pemilik Baru Twitter, Elon Musk Disentil PBB Soal Hak Asasi Manusia
SOROTMATA.ID – Pemilik baru raksasa media sosial Twitter, Elon Musk disentil Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) Volker Turk.
Elon Musk didesak agar tetap memperhatikan hak asasi manusia terutama soal kebebasan berekspresi dan berpendapat di Twitter.
Hal ini disampaikan Turk dalam sebuah surat setelah Musk berencana melakukan perubahan pada Twitter.
Dalam penyampainannya, Turk mengatakan Twitter merupakan bagian revolusi global yang mengubah cara orang berkomunikasi.
“Saya menulis dengan keprihatinan dan ketakutan soal area digital publik dan peran Twitter di dalamnya,” kata Turk.
Lanjut Turk menilai, Twitter sebagai perusahaan perlu memahami bahaya yang terkait dengan platform dan mengambil langkah untuk mengatasinya.
“Seperti semua perusahaan, Twitter perlu memahami bahaya yang terkait dengan platformnya dan mengambil langkah untuk mengatasinya. Demi menghormati hak asasi manusia kita bersama harus menetapkan pagar pembatas untuk penggunaan dan evolusi platform,” kata Turk.
“Singkatnya, saya mendesak Anda untuk memastikan hak asasi manusia menjadi pusat pengelolaan Twitter di bawah kepemimpinan Anda,” ujar pejabat tinggi PBB itu menambahkan.
Diketahui, Elon Musk resmi mengakuisisi Twitter pada akhir Oktober lalu.
Tak lama setelahnya, Elon Musk memecat sekitar 50 persen karyawan perusahaan berlambang burung biru itu.
Beberapa yang dipecat yakni CEO Twitter Parag Agrawal, pejabat tinggi lain, tim hak asasi manusia, tim aksesibilitas, dan tim etika kecerdasan buatan.
(*)
