Rusia Bakal Menggelar Latihan Nuklir, NATO Beri Peringatan untuk Tak Digunakan Saat Invasi di Ukraina
SOROTMATA.ID – Rusia akan menggelar latihan skala besar dengan melibatkan kekuatan nuklirnya, saat Presiden Vladimir Putin mengancam akan menggunakannya dalam konflik di Ukraina.
Hal ini lantasn mendapatkan tanggapan dari Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO).
NATO mewanti-wanti Rusia agar tidak main-main dengan ancaman penggunaan senjata nuklir terkait invasinya ke Ukraina.
Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan Presiden Vladimir Putin akan kelewat batas jika benar-benar memerintahkan militer Rusia menggunakan senjata nuklir di Ukraina.
“Kami tidak akan membahas secara detail bagaimana kami akan merespons (ancaman nuklir Rusia), tetapi tentu saja itu akan mengubah sifat konflik secara mendasar. Itu berarti bahwa garis batas yang sangat krusial telah dilewati (Rusia),” ucap Stoltenberg pada Jumat (14/10).
Stoltenberg juga menuturkan penggunaan senjata nuklir akan mejadi hal serius walaupun itu dalam bentuk yang kecil.
“setiap penggunaan senjata nuklir meski dalam bentuk kecil tetap akan menjadi hal sangat serius”. pungkasnya.
“Dan itu secara fundamental mengubah sifat alami perang di Ukraina, dan tentu saja memiliki kon sekuensi yang serius,” katanya menambahkan seperti dikutip ABC News.
Sementara itu, profesor hubungan internasional Universitas Innsbruck, Gerhard Mangott, menilai ancaman Rusia mengerahkan senjata nuklir saat ini serius.
“Kepemimpinan Rusia sedang memperlihatkan kepada Ukraina dan pemerintahan Barat bahwa Rusia cukup mampu, tetapi juga mungkin bersedia, menggunakan senjata nuklir,” kata Mangott kepada Deutsche Welle.
“Saat ini, itu [penggunaan nuklir] dimanfaatkan sebagai pencegah. Untuk memberikan sinyal Ukraina tak boleh meneruskan serangan ofensifnya, dan Barat tak boleh terus mendukungnya [Ukraina] dengan senjata,” lanjutnya. (*)
