BERITAKALTIM

Produk UMKM Samarinda Tembus Sarinah PIK 2, Bukti Daya Saing Lokal di Kancah Nasional

SOROTMATA.ID – Produk-produk unggulan asal Kota Samarinda kini resmi merambah panggung retail elite nasional. Setelah melewati kurasi ketat, berbagai produk UMKM binaan Dekranasda Kota Samarinda berhasil dipajang di Galeri Sarinah PIK 2, Jakarta Utara. Ini menandai langkah konkret ekspansi pasar bagi pelaku usaha lokal.

Upaya Dekranasda Kota Samarinda dalam mendorong pelaku UMKM menembus pasar nasional semakin membuahkan hasil. Belum lama ini, sejumlah produk kuliner dan kerajinan dari Kota Tepian resmi terpajang di Galeri Sarinah PT Sarinah Group Retail Business yang berlokasi di kawasan prestisius Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Dekranasda Samarinda dalam mem-branding produk lokal agar mampu bersaing di level nasional dan internasional. Dipimpin oleh Ketua Dekranasda, Rinda Wahyuni Andi Harun, didampingi Ketua Harian Jusmaramdhana Alus dan Sekretaris M. Rizal, kunjungan ke Sarinah PIK 2 sekaligus menjadi simbol dimulainya babak baru UMKM Samarinda dalam ekosistem ritel modern.

“Alhamdulillah, ini momentum penting. Produk UMKM Samarinda telah melalui proses kurasi yang ketat dan berhasil masuk ke etalase Sarinah. Ini membuktikan kualitas dan potensi produk kita,” ujar Rinda Wahyuni.

Tak hanya itu, Ketua Harian Dekranasda yang juga Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskumi), Jusmaramdhana Alus, menyebut kehadiran produk Samarinda di Galeri Sarinah menjadi validasi bahwa pelaku UMKM Kota Tepian memiliki daya saing yang tak bisa dipandang sebelah mata.

“Produk kita kini tak hanya hadir di Sarinah PIK 2, tetapi juga di berbagai titik strategis seperti Sarinah Thamrin, Hamzah Batik Yogyakarta, hingga Kuala Lumpur, Malaysia. Ini semua hasil dari sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Produk-produk Samarinda yang kini dipajang mencakup berbagai kategori, seperti makanan ringan (keripik tempe, amplang, sesagoon), minuman herbal (Si Jamet Jahe Merah, Madu Loa Honey), hingga sambal khas dan produk olahan ikan.

Inisiatif ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mengangkat potensi lokal melalui kolaborasi antara UMKM, Dekranasda, dan pemerintah kota.

“Kami akan terus dorong produk-produk lokal Samarinda untuk tidak hanya dikenal, tetapi juga dibanggakan secara nasional. Ini bukan akhir, melainkan awal dari lompatan besar,” tutup Rinda.

(Redaksi)

 

1.061 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *