NASIONAL

Upaya Penyelamatan Pilot Susi Air Kapten Philips Mark Mehrtens, Ini Pertimbangan Panglima TNI Tak Gunakan Cara Militer

SOROTMATA.ID – Upaya penyelamatan Pilot Susi Air Kapten Philips Mark Mehrtens  yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua hingga saat ini belum membuahkan hasil.

Diketahui , Philip disandera KKB setelah mendaratkan pesawat jenis Pilatus Porter di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Selasa (7/2).

Selain menyandera Philip, KKB juga membakar pesawat milik maskapai Susi Air tersebut.

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono optimis pilot berkebangsaan Selandia Baru itu bisa dibebaskan dengan selamat.

“Insya Allah optimis. Ya, optimis,” ujar Yudo di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/4).

Yudo mengatakan, Philips akan selamat apabila pembebasan dilakukan dengan cara persuasif.

Namun kata dia, jika upaya pembebasan dilakukan dengan cara militer, maka KKB tidak segan untuk menembak pilot tersebut.

“Apabila saya bebaskan dengan cara militer, saya sudah monitor dari pembicaraan, ‘nanti kalau ketemu TNI bunuh saja, tembak saja, nanti biar TNI yang dituduh membunuh pilot ini’,” katanya.

Lebih lanjut Yudo menjelaskan pembebasan dengan cara operasi militer juga mengancam keselamatan masyarakat. Pertimbangan itulah yang membuat Yudo tidak menginginkan adanya operasi militer.

“Kalau saya menggunakan operasi militer juga bisa, menyerang secara militer. Saya punya alat, punya prajurit yang profesional untuk itu, tapi nanti siapa korbannya? Masyarakat pasti,” ujarnya.

Sampai saat ini, kata Yudo, petugas TNI-Polri yang ada di sana lebih mengedepankan cara-cara persuasif dalam menyelamatkan pilot Susi Air.

Yudo menyebut tidak ada target waktu untuk menyelamatkan pilot Susi Air. Hal itu menurut dia, karena penyanderaan tersebut berbeda dengan kasus lain sehingga upaya penyelamatan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

“Nggak ada target harus berapa hari. Kami targetnya adalah mereka (pilot Susi Air) bisa dilepaskan dengan selamat dan tidak ada masyarakat yang terdampak menjadi korban,” pungkasnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *