Polemik di Ponpes Al Zaytun, PKS Minta Segera Dituntaskan Polri dan MUI
SOROTMATA.ID – Pelemik Pondok Pesantren (ponpes) Al Zaytun, Jawa Barat mejadi sorotan publik belakangan ini.
Bagaimana tidak, Ponpes Al Zaytun disebut meyebarkan ajaran yang melenceng dari syariat Islam.
Sejumlah pihak menilai Al Zaytun sesat dan menyimpang dan mendesak agar pesantren tersebut segera dibubarkan.
Terkait polemik di Al Zaytun, Wakil Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Heryawan (Aher) meminta diusut tuntas Polri dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Aher mengatakan dalam konteks pemahaman agama, MUI berwenang untuk menertibkan ajaran-ajaran yang disebut menyimpang. Sementara Polri dalam konteks penegakan hukum.
“Dalam urusan pemahaman agama yang berwenang otoritas agama MUI, dalam penegak hukum yang berwenang Polri, maka kedua lembaga tersebut harus menuntaskan ini semua supaya ke depan kita tentram beragama,” kata Aher di DPP PKS, Jakarta Timur, Sabtu (1/7).
Mantan Gubernur Jawa Barat ini juga meminta semua pernyataan kontroversial terkait Al Zaytun dihentikan agar tidak membuat gaduh di masyarakat.
Aher mengatakan selama ini perbedaan pemahaman di kalangan umat muslim tidak menimbulkan kegaduhan selama ada landasannya.
“Kita ini nyaman hidup dengan beragam pendapat, saling menghormati, Iduladha beda kita gak ribut, ketika perbedaan itu ada landasannya, ada dasarnya, gak pernah ribut, kemudian Idulfitri berbeda hari penentuan tanggal berbeda hari kan gak ada masalah ya,” kata Aher.
“Ketika ada hal-hal yang di luar mainstream pemahaman keagamaan kita tentu saja ini membuat gaduh,” pungkasnya.
(*)
