Trump Desak Pengecer Turunkan Harga BBM di Amerika Serikat
SOROTMATA.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat.
Trump mendesak agar para pengecer bahan bakar agar segera menurunkan harga untuk masyarakat.
Melalui platform Truth Social, Trump mengatakan harga BBM saat ini masih terlalu tinggi dan meminta tindakan cepat dari pelaku usaha ritel energi.
Ia menekankan bahwa harga harus segera disesuaikan agar lebih terjangkau oleh masyarakat luas di Amerika Serikat.
Desakan Langsung kepada Pengecer BBM
Dalam unggahan tersebut, Trump secara langsung menekan para pengecer bensin untuk menurunkan harga jual. Ia menulis peringatan yang tegas terkait langkah yang harus segera diambil oleh pelaku usaha.
“Para pengecer bensin harus menurunkan harga mereka, segera,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Senin, dikutip dari Al Jazeera.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir praktik yang dianggap merugikan konsumen. Menurutnya, harga BBM harus mencerminkan kepentingan publik, bukan hanya keuntungan pelaku usaha.
Peringatan Soal Dugaan Manipulasi Harga
Dalam pernyataan yang sama, Trump memperingatkan adanya konsekuensi jika tidak ada penurunan harga. Ia juga menyinggung dugaan praktik manipulasi harga yang menurutnya tidak dapat dibenarkan secara hukum.
“Tidak akan ada manipulasi harga, yang sepenuhnya ilegal,” tulis Trump.
Ia menambahkan tekanan lebih lanjut kepada para pengecer dengan nada ancaman politik dan ekonomi, sambil menuntut perubahan harga yang signifikan dalam waktu singkat.
“Jika pengecer tidak melakukan ini, masalah besar akan muncul! Mulailah menargetkan harga sekitar US$2,50 per galon,” tulisnya.
Sorotan Khusus untuk California
Selain menargetkan pelaku usaha secara umum, Trump secara khusus mengkritik kebijakan energi di negara bagian California. Ia menilai pajak bahan bakar di wilayah tersebut terlalu tinggi dan membebani masyarakat.
Trump menyoroti bahwa beban pajak di California telah membuat harga bensin semakin tidak terjangkau. Ia juga menyampaikan kritik terhadap pemerintah negara bagian yang dianggapnya tidak berpihak pada rakyat dalam kebijakan energi.
“Segera pajak akan lebih tinggi daripada produk itu sendiri, dan Amerika Serikat tidak akan mentolerirnya, begitu pula rakyat California, yang dirugikan oleh pajak-pajak yang tidak masuk akal ini, dan oleh pemerintah mereka sendiri,” tulis Trump.
Pernyataan Trump muncul di tengah sensitivitas publik terhadap harga energi di Amerika Serikat. Harga BBM kerap menjadi isu politik karena langsung berdampak pada biaya hidup masyarakat.
(*)
