AdvetorialDPRD Kaltim

Program Makan Bergizi Gratis di Kaltim Dinilai Berdampak Positif, DPRD Minta Dukungan Modal untuk Petani Lokal

SOROTMATA.ID – Program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan Pemerintah Pusat telah berjalan di 27 sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim), meliputi jenjang TK hingga SMA/SMK di Kota Samarinda, Balikpapan, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim, Ananda Emira Moeis mengungkapkan program ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan petani lokal.

“Setelah kami turun ke lapangan dan melihat langsung dapur makan bergizi gratis serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ternyata program ini membuka banyak lapangan kerja, khususnya di Kalimantan Timur,” ungkapnya, Rabu (28/5/2025).

Selain itu, Nanda sapaan karibnya sempat berkunjung ke dapur milik Pak Tigor di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kaltim), yang mampu menyediakan makanan bergizi untuk 3.500 siswa setiap harinya.

Menurutnya, program ini secara langsung memberikan dampak positif kepada petani lokal karena dapur-dapur tersebut membeli bahan baku dari mereka.

“Dapur makan bergizi mendapat suplai dari para petani lokal. Bahkan, permintaan mereka meningkat. Ini prospek bagus bagi petani untuk meningkatkan produksinya,” jelas Nanda.

Namun demikian, Ananda mengakui bahwa permodalan masih menjadi tantangan utama bagi petani lokal. Untuk itu, ia mendorong agar pemerintah memberikan dukungan kemudahan akses modal usaha guna memperkuat rantai pasok pangan lokal.

“Permodalan ini harus jadi perhatian. Pemerintah harus hadir membantu agar produksi petani bisa ditingkatkan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” ujarnya.

Politisi dari PDI Perjuangan itu juga menekankan pengawasan terpadu dalam pelaksanaan program, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, sebagai bentuk tanggung jawab bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“OPD terkait seperti Dinas Kesehatan perlu memastikan nilai gizinya, Dinas Pendidikan sebagai penerima manfaat, dan Dinas Pertanian karena ini juga mendukung program swasembada pangan Pak Prabowo. Jadi harus ada sinergi lintas sektor,” pungkasnya.

(ADV/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *