Hawa Politik Kian Terasa, Ketum PBNU Ingatkan Semua Pihak untuk Tidak Melakukan Kampanye Politik di Rumah Ibadah
SOROTMATA.ID – Indonesia saat ini tengah memasuki tahun politik.
Sebab Pemilihan Umum (Pemilu) akan digelar pada tahun 2024 mendatang.
Hawa politik menghadapi pesta demokrasi lima tahunan itu kini kian terasa.
Terkait dengan hal demikian, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melarang keras adanya kampanye politik di rumah ibadah.
Sebab kata dia, kampanye politik di rumah ibadah akan mempertebal politik identitas dan perpecahan antar umat.
Maka dari itu, PBNU melarang keras semua pihak yang berkonstetasi di Pemilu 2024 agar tidak melakukan kampanye di rumah ibadah.
Hal itu diungkapkan Gus Yahya usai berjumpa dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (4/1/2023).
“Itu berbahaya sekali jadi tolong harap jangan kampanye ditempat ibadah,” tegasnya.
Ia juga meminta KPU agar membuat parameter larangan kampanye di tempat ibadah lebih dipertegas lagi.
Sebab kata Gus Yahya, efek kampanye politik di rumah ibadah sangat merusak.
Ia juga meminta KPU bertindak tegas soal kampanye politik di rumah ibadha iu agar kejadian serupa seperti pemilu sebelumnya tidak terjadi kelak di Pemilu 2024 mendatang.
Gus Yahya lantas mengingatkan para politisi atau siapa pun itu agar berpikir ulang untuk kampanye politik di rumah ibadah.
“Mari kita jangan ikut ikutan. Kalau mau menang yah boleh tapi jangan pakai cara itu,” tutupnya.
(*)
