Iran Tegaskan Tak Akan Penuhi Komitmen jika AS Ingkar Janji
SOROTMATA.ID – Pemerintah Iran menegaskan pelaksanaan kewajiban internasional hanya akan dilakukan selama negara-negara lain, terutama Amerika Serikat, juga memenuhi komitmen yang telah disepakati.
Sikap itu kembali ditegaskan di tengah meningkatnya ketegangan menyusul serangan militer terbaru Washington terhadap sejumlah target di wilayah Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan Teheran tetap berpegang pada prinsip timbal balik dalam menjalankan setiap kesepakatan internasional.
“Komitmen kami tetap berlaku hanya selama pihak lain memenuhi janji mereka,” kata Baghaei.
Menurut dia, Iran tidak akan menjalankan perjanjian atau kesepakatan apa pun apabila Amerika Serikat dinilai telah melanggar kewajibannya.
Baghaei menilai Washington sejak awal mengabaikan berbagai komitmen yang berkaitan dengan gencatan senjata maupun kesepakatan sebelumnya.
“Ini adalah sebuah prinsip, dan kami akan terus berpegang teguh pada hal tersebut,” ujarnya.
Baghaei juga menegaskan pemerintah Iran saat ini belum memiliki rencana untuk membuka perundingan dengan Amerika Serikat. Fokus utama Teheran, kata dia, adalah mempertahankan negara di tengah eskalasi konflik.
“Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dan tetap fokus pada pertahanan negara,” katanya.
Ia menambahkan Iran telah menghentikan pelaksanaan sebagian kewajibannya setelah menilai Amerika Serikat gagal memenuhi tanggung jawabnya dalam perjanjian sementara melalui Nota Kesepahaman (MoU).
“Setelah pihak lain melanggar kewajibannya, kami juga menahan diri untuk tidak melaksanakan kewajiban kami di area mana pun yang diharuskan,” imbuhnya.
Sementara itu, militer Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan telah menyelesaikan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran dalam operasi yang berlangsung sekitar 90 menit. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan tersebut menyasar sistem pertahanan pantai serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah Iran di Pulau Greater Tunb.
Menurut CENTCOM, operasi itu dilakukan menggunakan amunisi presisi untuk melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Militer AS juga merilis rekaman yang diklaim memperlihatkan proses serangan terhadap sasaran tersebut.
Pulau Greater Tunb merupakan salah satu wilayah strategis di dekat pintu masuk Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan dan distribusi energi dunia. Serangan terbaru AS dan respons Iran menunjukkan hubungan kedua negara masih berada dalam fase konfrontatif, dengan peluang dialog yang semakin kecil di tengah saling tuding pelanggaran komitmen.
(*)
