Negosiasi Damai Iran dan AS Capai Tahap Akhir, Teheran Finalisasi Rancangan Kesepakatan
SOROTMATA.ID – Harapan akan membaiknya hubungan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali menguat setelah pemerintah Iran mengungkapkan bahwa proses negosiasi antara kedua negara telah mencapai tahap yang sangat maju.
Teheran menyebut sebagian besar isu yang menjadi pembahasan dalam perundingan telah menemukan titik kesepahaman. Saat ini, pemerintah Iran tengah melakukan peninjauan internal terhadap rancangan kesepakatan sebelum keputusan akhir diambil.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan berbagai lembaga terkait sedang mengevaluasi isi dokumen hasil perundingan guna memastikan kepentingan nasional Iran tetap terlindungi.
Menurut Baghaei, kemajuan yang dicapai dalam negosiasi kali ini merupakan salah satu perkembangan paling signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Ia menegaskan bahwa mayoritas persoalan yang sebelumnya menjadi hambatan kini telah berhasil dijembatani melalui dialog.
“Kami telah mencapai kesepahaman pada sebagian besar isu dan saat ini berada dalam tahap akhir peninjauan internal,” kata Baghaei.
Pernyataan tersebut memperlihatkan optimisme Iran terhadap peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat setelah melalui serangkaian perundingan yang berlangsung cukup panjang.
Iran Sebut Kesepakatan Belum Pernah Sedekat Ini
Baghaei juga menyinggung pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang sebelumnya menyatakan bahwa rancangan Nota Kesepahaman Islamabad berada pada posisi paling dekat menuju penyelesaian.
Menurut Baghaei, penilaian Araghchi tersebut menggambarkan kondisi nyata yang terjadi dalam proses diplomatik saat ini. Ia menilai pembicaraan antara Iran dan AS telah menghasilkan kemajuan yang belum pernah dicapai pada putaran-putaran negosiasi sebelumnya.
Pemerintah Iran kini menggelar berbagai pertemuan internal yang melibatkan sejumlah institusi negara guna membahas isi rancangan kesepakatan. Melalui forum tersebut, Teheran berupaya menyatukan pandangan seluruh pihak terkait sebelum menetapkan sikap resmi terhadap dokumen yang sedang dinegosiasikan.
Teheran Tuding AS Berulang Kali Ubah Posisi
Meski mengakui adanya kemajuan, Iran menilai proses negosiasi berjalan lebih lama dari yang seharusnya. Baghaei menuduh pihak AS beberapa kali mengubah posisi selama perundingan berlangsung.
Menurutnya, perubahan sikap tersebut menyebabkan proses penyelesaian kesepakatan mengalami penundaan. Ia mengatakan bahwa Iran sebenarnya melihat peluang untuk mencapai kesepakatan beberapa minggu lalu, namun berbagai tuntutan baru dari Washington membuat pembicaraan harus diperpanjang.
Baghaei juga menyoroti munculnya pernyataan-pernyataan yang dinilai saling bertentangan dari pihak AS. Situasi itu, menurutnya, turut memperumit proses perundingan yang sedang berlangsung.
Meski demikian, Iran tetap melanjutkan dialog dan berupaya menjaga jalur diplomasi tetap terbuka demi mencapai hasil yang dapat diterima kedua belah pihak.
Iran Bantah Tuduhan Kurang Beritikad Baik
Dalam kesempatan yang sama, Baghaei menolak tudingan bahwa Iran tidak menunjukkan itikad baik selama proses negosiasi. Ia menegaskan bahwa Teheran secara konsisten mengambil pendekatan yang konstruktif dan berupaya mendorong tercapainya kesepakatan.
Baghaei juga enggan mengomentari berbagai laporan media yang beredar mengenai isi pembahasan antara Iran dan AS. Menurutnya, informasi yang muncul di media belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada konfirmasi resmi dari pihak yang terlibat dalam perundingan.
“Tidak satu pun laporan yang dipublikasikan dapat dikonfirmasi secara resmi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Iran akan mengumumkan rincian hasil perundingan kepada publik setelah seluruh proses selesai dan keputusan akhir berhasil dicapai.
Trump Sebut AS dan Iran Hampir Capai Kesepakatan
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai sebuah kesepakatan besar untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di Timur Tengah.
Ia menyebut bahwa pemimpin Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei telah menyetujui dokumen kesepakatan yang saat ini sedang dirampungkan dan diperkirakan selesai dalam beberapa hari ke depan.
Trump juga menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut mencakup berbagai tuntutan utama Washington. Termasuk penghentian program nuklir Iran dan pembukaan akses strategis di kawasan Selat Hormuz. Ia menggambarkan dokumen tersebut sebagai langkah besar yang akan mengubah dinamika konflik regional.
Pernyataan Trump di Gedung Putih
Dalam keterangan kepada wartawan di Oval Office, Trump menegaskan bahwa ia yakin pihak Iran sudah memberikan persetujuan awal terhadap kesepakatan tersebut. Ia secara khusus merujuk pada posisi Ali Khamenei.
“Saya mengerti jawabannya adalah ya,” kata Trump pada Kamis (11/6) saat ditanya apakah Khamenei menyetujui kesepakatan tersebut, seperti dikutip AFP.
Trump menambahkan bahwa ia meyakini persetujuan itu muncul karena Iran dinilai mengalami tekanan besar dalam konflik yang sedang berlangsung. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai “kekalahan telak” bagi Teheran.
Trump juga menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bersifat luas dan mencakup banyak aspek strategis. Ia menggambarkannya sebagai dokumen kerja yang masih bersifat konseptual namun memiliki dampak signifikan jika disahkan secara penuh.
“Ini adalah nota kesepahaman yang sangat kuat, meskipun agak konseptual,” kata Trump.
(*)
