Safari Politik Anies Dinilai Bawaslu Tak Etis, Hasto PDIP Singgung Soal Etika Pemimpin
SOROTMATA.ID – Pernyataan Badan Pengawas Pemilu (Bawsalu) terkait safari politik bakal calon Presiden dari Partai NasDem Anies Baswedan turut ditanggapi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Hasto mengatakan apa yang disampaikan Bawaslu sebagai bentuk pengingat politik agar pemilu mendatang lebih kondusif dan sesuai aturan.
Hasto lantas menganalogikan safari politik Anies seperti ujian yang siswanya sudah mulai mengerjakan padahal soalnya belum terbit.
“Bisa dibayangkan di perguruan tinggi kalau ada ujian, lalu ada mahasiswa yang mengerjakan ujian dulu, sementara yang lain belum dapat soal ujian,” kata Hasto.
Wajar saja menurut Hasto jika Bawaslu menilai kegiatan Anies terkesan tak etis. Hasto lalu bicara terkait etika seorang pemimpin.
“Ketika Bawaslu merekomendasikan itu sebagai pelanggaran etis, maka dengan kategori pelanggaran etis itu justru sesuatu hal yang sifatnya menjadi sangat gamblang. Karena menyangkut etika bagi seorang pemimpin, tanggung jawab sebagai pemimpin,” kata Hasto.
Lebih jauh, Hasto menilai kasus Anies itu harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Dia berharap semua pihak bersama-sama berkomitmen mengikuti aturan main.
Diberitakan sebelumnya, Bawaslu menilai safari politk Anies Baswedan memang kurung etis dan dapat dipandang menjadi kampanye terselubung.
Kegiatan itu juga terkesan mencuri start dalam melakukan kampanye sebagai calon Presiden dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang.
“Publik telah mengetahui bahwa Anies Baswaden merupakan bakal calon presiden yang akan diusung oleh gabungan partai tertentu, sehingga aktivitas safari politiknya dapat saja dimaknai sebagai aktivitas mengkampanyekan atau setidaknya mensosialisasikan dirinya sebagai bakal calon presiden pada Pemilu 2024, terutama dalam rangka meningkatkan elaktabilitasnya nanti di Pemilu 2024,” tulis Bawaslu lewat siaran pers diterima, Jumat (16/12).
Safari politik, lanjut Bawaslu, hakikatnya memang bertujuan untuk mengenal lebih jauh partai dan calon presiden yang akan diusung.
Meski dinilai kurang etis, namun bawalu mengatakan safari politik yang dilakukan Anies sebelum masa kampanye adalah sah asalkan ditempuh dengan cara yang sesuai dengan UU Pemilu.
“Bahwa semua orang harus paham dan dapat menahan diri untuk tidak melakukan apapun bentuk kampanye atau sosialisasi diri sebab saat ini bukanlah waktunya untuk berkampanye,” tegas Bawaslu.
(*)
