Menuju Porprov VIII Kaltim, DPRD Samarinda Cari Solusi Pendanaan Awal Kontingen
SOROTMATA.ID – Di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, DPRD Kota Samarinda memastikan persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur tetap menjadi prioritas.
Komisi IV DPRD menegaskan bahwa kebutuhan kontingen tidak boleh terhambat hanya karena proses penganggaran masih menunggu APBD Perubahan 2026.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan beberapa kebutuhan mendesak seperti penginapan, transportasi, hingga persiapan teknis harus tersedia lebih awal agar atlet dapat fokus menjalani persiapan tanpa dibayangi persoalan administrasi maupun pendanaan.
“Secara aturan, anggaran memang direncanakan masuk dalam APBD Perubahan. Namun, ada sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi lebih awal, seperti penginapan dan berbagai persiapan lainnya. Karena itu, kami akan membahas solusi bersama pemerintah kota agar seluruh kebutuhan tersebut bisa terpenuhi tepat waktu,” katanya.
Persiapan Sudah Matang, Tinggal Dukungan Pendanaan
Novan menjelaskan, seluruh cabang olahraga telah menyusun kebutuhan anggaran dan menyerahkannya kepada KONI Samarinda. Selanjutnya, usulan tersebut telah melalui tiga kali proses verifikasi oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda.
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan setiap usulan benar-benar berdasarkan kebutuhan riil serta tetap mengedepankan efisiensi penggunaan anggaran.
Karena itu, menurut Novan, persoalan yang dihadapi saat ini bukan lagi mengenai besaran anggaran yang diajukan, melainkan bagaimana memenuhi kebutuhan awal sebelum anggaran perubahan dapat dicairkan.
“Yang menjadi persoalan saat ini bukan lagi besarnya kebutuhan anggaran, melainkan dana yang belum tersedia. Maka dari itu, kebutuhan awal seperti penginapan harus segera dicarikan jalan keluarnya agar proses finalisasi keikutsertaan atlet Samarinda dapat berjalan sesuai rencana,” tandasnya.
Jaga Keseimbangan APBD Tanpa Mengurangi Dukungan Olahraga
Komisi IV DPRD juga menilai pembahasan anggaran harus mempertimbangkan kondisi keuangan daerah secara menyeluruh. Usulan anggaran sekitar Rp10 miliar dari KONI Samarinda akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan melihat kemampuan APBD.
Menurut Novan, dukungan terhadap olahraga harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan fiskal daerah agar tidak menimbulkan beban pada tahun anggaran berikutnya.
“Nantinya akan dibahas bersama TAPD untuk melihat sejauh mana APBD dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut. Di sisi lain, keseimbangan antara pendapatan daerah dan belanja juga harus dijaga agar tidak membebani keuangan pada tahun 2027,” pungkasnya.
(advdprsdsmd)
