HUKRIM

Polusi Udara Selimuti Jakarta, Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan 

SOROTMATA.ID — Kualitas udara buruk saat ini tengah menyelimuti wilayah Jakarta.

Buruknya kualitas udara ini tentu akan memiliki dampak buruk pada kesehatan masyarakat.

Hal ini sebagaimana disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahkan mencatat polusi udara menduduki posisi kelima sebagai faktor risiko kematian tertinggi di Indonesia.

Polusi udara juga berkontribusi terhadap penyakit pernapasan. Rinciannya, 37 persen PPOK, 32 persen pneumonia, 28 persen asma, 13 persen kanker paru, dan 12 persen TBC.

Kendati demikian, Budi mengatakan saat ini pemerintah fokus pada korelasi polusi dengan penyakit PPOK dan pneumonia, lantaran ketiga jenis penyakit pernapasan lainnya bisa disebabkan faktor lain dan berdampak panjang.

“Polusi udara berdampak serius pada penyakit pernapasan, dan merupakan faktor risiko kematian tertinggi ke-5 di Indonesia,” demikian paparan Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/8).

Budi menambahkan polusi udara sebagai faktor risiko kematian kelima tertinggi di Indonesia itu terjadi setelah hipertensi atau tekanan darah tinggi, gula darah, merokok, dan obesitas. Untuk polusi udara, kasus kematian yang terpantau dan tercatat pun mencapai 186.267 orang.

Adapun dari aktivitas yang menyebabkan polutan udara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menurutnya telah menetapkan enam jenis polutan, yang terdiri dari tiga jenis, yakni partikel, gas iritan, dan gas asfiksia.

“Dan yang paling berbahaya adalah partikukat meter (PM) 2,5. Karena ini partikelnya kecil sekali, bisa masuk ke pembuluh darah dan turun ke paru. Sehingga hampir di semua negara yang polusinya tinggi yang diukur adalah PM 2,5 itu,” ujarnya.

(*)

1.193 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *