Pemkot Samarinda Serius Tangani Sampah, Bangun 10 Insinerator dan Modernisasi TPA Sambutan
SOROTMATA.ID – Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Salah satu langkah nyata yang tengah dilakukan adalah pembenahan total sistem pengelolaan sampah di Kota Tepian.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Samarinda kini membangun 10 unit insinerator di 10 kecamatan yang tersebar di kota. Pembangunan insinerator ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi volume sampah yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan akhir.
Tak hanya itu, TPA Sambutan sebagai lokasi pengolahan akhir juga tengah mengalami proses modernisasi, sehingga ke depan bisa menjadi TPA yang lebih efisien, higienis, dan sesuai dengan standar lingkungan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa saat ini sistem open dumping memang masih digunakan. Namun, ia menegaskan bahwa Pemkot sedang berada dalam fase transisi besar menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Ya, memang benar kita masih memakai sistem dumping tapi kita harus jujur dan terbuka sekarang kita sedang melakukan pembenahan besar-besaran secara totalitas,” ujar Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Penutupan TPA Bukit Pinang telah menjadi titik awal pembaruan sistem pengelolaan sampah di Ibu Kota Kaltim tersebut.
Sebagai gantinya, TPA Sambutan kini menjadi fokus utama pembenahan termasuk pengelolaan air lindi dan pembentukan sistem baru berbasis teknologi dan pemilahan.
“Saat ini progresnya sangat besar. Kalau ke lapangan kita bisa lihat langsung bagaimana TPA Sambutan sedang kita revitalisasi. Insya Allah, akhir tahun ini hasilnya sudah mulai terlihat,” ucapnya.
Ia juga menyatakan telah menerima seluruh masukan dari KLHK dan menanggapinya dengan tindakan nyata. Seluruh proses mulai dari pembangunan fasilitas hingga penyusunan sistem baru, dilakukan secara bertahap dan strategis.
Bahkan, pengadaan insinerator yang mampu mengelola 10 ton sampah setiap 15 menit sedang dalam proses lelang dan ditargetkan selesai tahun ini.
“Kita ingin memastikan tidak ada lagi gunungan sampah di TPA ke depan, tidak boleh lagi sistem open dumping yang kita dorong sekarang adalah pemilahan di tingkat kelurahan melalui TPST atau TPS 3R,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi residu sampah yang masuk ke TPA dan memperkuat budaya kelola sampah sejak dari sumber.
“Dulu kita tertinggal, iya. Tapi sekarang kita bergerak cepat. Jadi tunggu saja hasilnya. Ini bukan janji kosong, ini kerja nyata,” pungkasnya.
(tim redaksi/*)
