Sampaikan Pidato di KTT G20, Presiden Volodymyr Zelensky Desak Rusia Tarik Pasukan di Ukraina
SOROTMATA.ID – Konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 dibuka pada Selasa (15/11).
Dipembukaan KTT G20 ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pidato dengan miminta Rusia agar segera menarik seluruh pasukan mereka di Ukraina.
“Rusia harus menarik menarik semua pasukan dan formasi bersenjatanya dari wilayah Ukraina. Kontrol Ukraina atas semua bagian perbatasan negara kita dengan Rusia [juga] harus dipulihkan,” kata Zelensky saat pidato di depan pemimpin G20 secara virtual.
Tak hanya itu, dalam pidatonya, Zelensky juga menyampaikan proposal Ukraina terkait perang.
Salah satu poin yang disampaikan terkait dengan ancaman radioaktif.
Menurut dia, Rusia telah mengubah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia menjadi bom radioaktif yang dapat meledak kapan saja.
“Ke mana awan radiasi akan melaju? Mungkin menuju wilayah Uni Eropa. Mungkin ke Turki. Mungkin ke Timur Tengah. Ancaman radiasi harus dipulihkan,” ucap Zelensky lagi.
Selain persoalan ancaman radioaktif, Zelensky juga mengusulkan keamanan pangan, energi, pembebasan tentara dan warga sipil Ukraina yang ditahan Rusia, serta implementasi Piagam PBB dan pemulihan integritas wilayah Ukraina dan tatanan dunia.
Di depan delegasi Rusia, yang dipimpin Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, ia juga pamer kemenangan Ukraina di Kherson.
Zelensky menuturkan Kherson saat ini sudah terbebas dari cengkeraman Rusia. Pertempuran di wilayah mengingatkan perang yang menjadi titik balik bagi Ukraina.
“Pertempuran itu menunjukkan perubahan semacam itu, setelah itu orang sudah tahu siapa yang akan menang meskipun kemenangan akhir masih harus diperjuangkan,” ungkap dia.
Lebih lanjut, Zelensky mengatakan Ukraina saat ini masih harus terus berjuang mendapatkan kembali seluruh wilayah mereka.
Meski begitu, ia tetap mempertimbangkan perdamaian yang lebih meminimalisir jatuhnya korban jiwa serta melindungi dunia dari ketidakstabilan.
“Itulah kenapa saya ingin mempresentasikan visi kami mengenai jalan menuju perdamaian-bagaimana untuk benar-benar mencapainya,” ujar dia.
(*)
