Hampir Setahun Invasi Berlangsung, Presiden Belarus Anggap Aksi Rusia karena Ukraina yang Mulai Provokasi
SOROTMATA.ID – Konflik Rusia dengan Ukraina masih terus berlangsung hingga saat ini.
Konflik kedua negara bermula saat Rusia melakukan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.
Konflik kedua negara telah berlangsung hampir setahun, dan hingga saat ini belum ada titik damai antara kedua negara pecahan Uni Soviet itu.
Terkait dengan konflik kedua negara, Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan, pihak Ukraina lah yang sengaja mencari gara-gara selama ini.
“Ini bukan invasi. Pihak berwenang Ukraina adalah pihak yang memprovokasi operasi militer ini,” tutur Lukashenko, seperti dilaporkan kantor berita Belarus BelTA, Kamis (16/2).
Lebih lanjut ia mengatakan, sebelum invasi yang di lakukan Rusia, Ukraina telah melakukan persiapan untuk melakukan serangan rudal ke Belarus, selaku sekutu dekat Rusia.
“Mereka lalu mendapat serangan dari Belarus di menit-menit pertama. Itu terjadi beberapa menit sebelum operasi militer khusus dilakukan di pagi hari,” kata Lukashenko seperti dikutip dari TASS.
Menurut Lukashenko, sejak 2020, Ukraina sebetulnya sudah menjadi pihak pertama cari-cari masalah dengan menjatuhkan sanksi terhadap Belarus, jauh sebelum negara-negara Barat melakukannya.
Padahal Ukraina, seperti yang diingatnya, melakukan kekerasan terhadap orang-orang di Donbass dan Odessa. Pihak berwenang Ukraina membakar orang hidup-hidup di Odessa.
Lukashenko pun menegaskan apa yang dilakukan Rusia di Ukraina saat ini bukanlah invasi, melainkan perlindungan terhadap warga Rusia yang berada di sana.
“Tidak ada invasi. Saya percaya ini adalah tentang melindungi kepentingan Rusia dan orang-orang yang tinggal di sana, rakyat Rusia,” ujar dia.
Mengenai perang yang bakal memasuki satu tahun ini, Lukashenko menyerukan agar kedua negara itu melakukan dialog damai.
“Jika Anda ingin perdamaian untuk Ukraina, mari kita mulai bicara tentang perdamaian esok. Senjata akan diam,” ucapnya.
“Tapi ini bukan yang Anda [negara Barat] inginkan. Anda yang disalahkan atas eskalasinya. Orang-orang sekarat, jadi mari kita hentikan ini.” pungkasnya.
(*)
