Portugal Ditahan Kongo, Thierry Henry Kritik Sikap Egois Cristiano Ronaldo
SOROTMATA.ID – Portugal gagal mengamankan kemenangan saat menghadapi Kongo pada laga Grup K Piala Dunia 2026, Kamis (18/6) dini hari WIB.
Tim berjuluk Selecao das Quinas harus puas bermain imbang 1-1 meski tampil lebih dominan sepanjang pertandingan.
Pada laga ini, Cristiano Ronaldo kembali dipercaya menjadi ujung tombak Portugal. Namun, pemain veteran itu gagal memberikan kontribusi maksimal di lini depan.
Selain tidak mencetak gol, Ronaldo juga tidak mampu menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran dari tiga percobaan yang ia lakukan sepanjang pertandingan.
Hasil imbang ini memunculkan berbagai reaksi dari pengamat sepak bola dunia. Salah satu kritik paling tajam datang dari legenda Prancis, Thierry Henry, yang menilai Ronaldo terlalu memaksakan diri untuk menjadi pencetak gol.
Henry Kritik Keputusan Ronaldo di Depan Gawang
Thierry Henry secara khusus menyoroti sebuah peluang emas Portugal yang terjadi pada babak kedua. Saat itu, Portugal membangun serangan dari sisi kanan dan mengirimkan umpan tarik ke area berbahaya di depan gawang Kongo.
Bola sebenarnya mengarah ke Bruno Fernandes yang berada dalam posisi ideal untuk menyelesaikan peluang. Namun, Ronaldo memilih bergerak menyambar bola terlebih dahulu. Upaya tersebut justru berakhir sia-sia karena tendangannya melenceng dari sasaran.
Menurut Henry, keputusan tersebut menunjukkan bahwa Ronaldo lebih memikirkan peluang mencetak gol untuk dirinya sendiri dibandingkan kebutuhan tim secara keseluruhan.
“Satu hal yang penting, orang-orang merasa gembira di rumah, tim butuh mencetak gol. Bukan kamu yang butuh membutuhkannya,” kata Henry saat mengulas pertandingan di FOX News, seperti dikutip A Bola.
Mantan penyerang Arsenal dan Barcelona itu menjelaskan bahwa pergerakan Ronaldo justru mengganggu ruang yang seharusnya dapat dimanfaatkan Bruno Fernandes untuk mencetak gol.
“Karena dia ingin mencetak gol, dia masuk ke dalam jalurnya Bruno Fernandes. Jika dia ingin masuk ke kotak 6 yard, bek akan harus mengikuti dia terus, sehingga itu akan jadi sebuah gol mudah saja untuk Bruno Fernandes,” ujarnya.
Pergerakan Ronaldo Dinilai Mempermudah Tugas Bek Lawan
Henry menilai Ronaldo sebenarnya memiliki opsi yang lebih baik. Jika mantan pemain Real Madrid dan Manchester United tersebut bergerak ke area enam yard, para pemain bertahan Kongo kemungkinan akan mengikuti pergerakannya.
Situasi itu diyakini dapat membuka ruang yang lebih luas bagi Bruno Fernandes untuk menuntaskan peluang. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Ronaldo bergerak ke arah bola dan memasuki area yang sama dengan rekan setimnya.
Akibatnya, dua pemain Portugal berada pada jalur yang sama sehingga pemain bertahan Kongo lebih mudah melakukan blok.
“Namun, karena dia ingin mencetak gol, dia masuk ke jalur back pass, Anda bisa melihat ada dua pemain di sana dan situasi itu jadi lebih gampang diblok. Dan itulah intinya: tim butuh mencetak gol, bukannya kamu,” tukas Henry.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa Henry lebih menekankan pentingnya permainan kolektif dibanding ambisi individu, terutama dalam pertandingan besar seperti Piala Dunia.
Reaksi Bruno Fernandes Ikut Disorot
Selain mengkritik keputusan Ronaldo, Henry juga memperhatikan respons Bruno Fernandes setelah peluang tersebut gagal dimanfaatkan. Menurutnya, gelandang Manchester United itu tampak kecewa karena bola tidak dibiarkan mengalir ke arahnya.
“Apakah Anda melihat reaksi Bruno Fernandes di sana, dia seperti: ‘Biarkan bolanya bergulir, larilah, ciptakan ruang, sehingga aku bisa melakukan sontekan’. Tapi itu kan tidak terjadi,” kata Henry.
Hasil imbang melawan Kongo membuat Portugal kehilangan kesempatan meraih tiga poin penting pada laga pertama Grup K. Di sisi lain, performa Ronaldo kembali menjadi bahan perdebatan setelah sang kapten dinilai belum mampu memberikan dampak besar bagi timnya dalam upaya meraih hasil maksimal di Piala Dunia 2026.
(*)
