HUT Ormas GRIB Jaya Ke-15, Bamsoet Tekankan Soliditas Bangsa dan Ketahanan Nasional
SOROTMATA.ID – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-20, Bambang Soesatyo, menghadiri perayaan HUT ke-15 Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) di Istora Senayan. Dalam acara tersebut, sosok yang akrab disapa Bamsoet ini menyoroti pentingnya peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam menjaga stabilitas negara. Ia secara khusus memberikan arahan mengenai soliditas bangsa dan ketahanan nasional sebagai fondasi utama menghadapi tantangan masa depan.
Acara yang berlangsung pada Minggu (10/5/2026) ini menjadi momentum refleksi bagi ribuan anggota GRIB Jaya. Bamsoet menjelaskan bahwa kondisi dunia saat ini sedang mengalami ketidakpastian yang sangat tinggi. Mulai dari ketegangan geopolitik hingga ancaman krisis ekonomi global, semuanya memberikan dampak langsung bagi Indonesia. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merapatkan barisan demi menjaga kedaulatan NKRI.
“Ormas harus menjadi kekuatan moral dan sosial yang memperkuat ketahanan nasional. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global, bangsa Indonesia membutuhkan soliditas seluruh elemen masyarakat agar tetap kuat dan mampu menjaga stabilitas nasional,” ujar Bamsoet dalam keterangan resminya.
Antisipasi Ancaman Siber dan Polarisasi Sosial
Ketua DPR RI ke-20 ini mengingatkan bahwa ancaman bagi kedaulatan negara kini tidak lagi bersifat konvensional. Selain kekuatan militer, Indonesia juga harus mewaspadai perang informasi dan serangan siber yang kian masif. Bamsoet menilai bahwa ormas memiliki peran strategis untuk menjaga soliditas bangsa dan ketahanan nasional di ruang digital.
Manipulasi opini publik dan persebaran hoaks sering kali memicu polarisasi di tengah masyarakat. Hal ini tentu membahayakan persatuan jika warga tidak memiliki literasi digital yang cukup. Bamsoet pun mendorong ormas untuk aktif memberikan edukasi kebangsaan kepada para anggotanya dan masyarakat luas.
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini, sinergi antara masyarakat sipil dan aparat keamanan sangat krusial. Ia meminta ormas hadir sebagai penyejuk saat tensi sosial meningkat, terutama menjelang momentum politik. Dengan kehadiran ormas yang positif, ruang publik akan terhindar dari fitnah dan ujaran kebencian yang merusak kerukunan.
“Ormas termasuk GRIB Jaya harus hadir di tengah masyarakat sebagai penyejuk. Jangan membiarkan ruang publik dipenuhi provokasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang bisa merusak persatuan bangsa. Kita membutuhkan ormas yang aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi, gotong royong, dan menjaga NKRI,” tegasnya.
Sinergi Ekonomi dan Stabilitas Nasional
Selanjutnya, Bamsoet menggarisbawahi keterkaitan antara stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi. Sebagai Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila, ia berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi nasional hanya bisa tercapai jika kondisi sosial dalam negeri aman. Tanpa keamanan yang stabil, pelaku usaha akan ragu untuk berinvestasi dan menciptakan lapangan kerja.
Ia mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat aspek keamanan maritim serta ketahanan energi nasional. Namun, keberhasilan program pemerintah tersebut membutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Di sinilah letak pentingnya menjaga soliditas bangsa dan ketahanan nasional secara bersama-sama melalui kerja nyata di lapangan.
Bamsoet juga menekankan bahwa ormas memiliki keunggulan berupa jaringan sosial yang luas hingga ke akar rumput. Jaringan ini harus berfungsi sebagai alat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Dengan kolaborasi yang solid, Indonesia akan mampu bertahan dari berbagai guncangan global yang dinamis.
“Ketahanan nasional tidak bisa pemerintah bangun sendiri. Semua elemen bangsa harus bergerak bersama. Ormas memiliki jaringan sosial yang kuat hingga ke akar rumput, sehingga perannya sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat solidaritas kebangsaan,” urai Bamsoet.
Merawat Kebhinekaan dari Intervensi Luar
Pada bagian akhir pidatonya, Bamsoet mengajak seluruh anggota GRIB Jaya untuk senantiasa merawat keberagaman. Indonesia memiliki lebih dari 1.300 kelompok etnis yang hidup berdampingan dengan damai. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan besar selama masyarakat tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila.
Ia memperingatkan agar tidak ada pihak yang memberi ruang bagi infiltrasi ideologi asing yang memecah belah. Perbedaan suku, agama, dan ras jangan sampai menjadi alat untuk kepentingan politik sempit yang merugikan rakyat. Menjaga kebhinekaan adalah bentuk nyata dari upaya memperkuat soliditas bangsa dan ketahanan nasional.
Bamsoet menutup arahannya dengan optimisme tinggi bahwa Indonesia akan tetap jaya jika persatuan tetap terjaga. Melalui semangat gotong royong, segala rintangan besar akan terasa lebih ringan bagi seluruh rakyat. Soliditas yang kuat adalah kunci bagi Indonesia untuk menjadi negara maju dan mandiri di masa depan.
“Bangsa ini dibangun di atas semangat persatuan dalam keberagaman. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan nasional. Jangan memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa dengan isu suku, agama, ras, maupun kepentingan politik sempit,” pungkas Bamsoet.
(Redaksi)
