POLITIK

Bamsoet Gaungkan Isu Perpanjagan Masa Jabatan Presiden, Demokrat Beri Sentilan Keras

SOROTMATA.ID – Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali menyuarakan isu perpanjagan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu 2024.

Hal ini Bamsoet sampaikan menanggapi rilis survei Poltracking yang menunjukan angka kepuasan pada pada pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebesar 73,2 persen.

Hal ini lantas mendapatkan tanggapan langsung dari Partai Demokrat.

Koordinator Juru Bicara Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan banyak politikus begitu bernafsu melanggengkan kekuasaan.

“Dengan entengnya secara bergantian melantangkan wacana presiden tiga periode ataupun penundaan Pemilu 2024. Seakan-akan melanggar konstitusi, mengkhianati amanah reformasi 1998 yang membatasi kekuasaan presiden maksimal dua periode, itu hal receh dan biasa saja bagi mereka,” kata Herzaky pada wartawan, Jumat (9/12).

Lebih lanjut, Herzaky mengatakan makin hari kian terlihat wajah buruk pemerintahan periode Joko Widodo dan Ma’ruf Amin yang terus memunculkan isu presiden tiga periode.

“Berulang kali, terus dan terus, secara bergantian melantunkan nafsu kekuasaan, ingin terus berkuasa, padahal prestasi cekak, dan rakyat banyak yang makin kesusahan sejak pandemi. Seakan urat malu sudah putus, karena mungkin hidup hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongannya saja,” kata dia.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan saat ini banyak masyarakat yang sedang susah dan menjadi pengangguran.

Namun pemerintah bukannya bekerja tapi terus menggaungkan perpanjangan masa jabatan.

“Merebaknya pemutusan hubungan kerja di mana-mana, dan masih terus diuji dengan tontonan perilaku elit yang menganggap pelanggaran konstitusi sebagai goyunan. Tak ingin meninggalkan gelanggang, padahal tak kunjung bermanfaat untuk rakyat. Tak berprestasi, tapi tak malu meminta perpanjangan waktu. Sudah ditolak keras oleh rakyat, tapi masih terus mencoba dengan segala pembenaran,” kata dia.

Herzaky menegaskan tak pernah ada pro kontra mengenai perubahan masa jabatan presiden menjadi maksimal tiga periode ataupun perpanjangan masa jabatan presiden dua atau tiga tahun.

“Yang ada hanya nafsu segelintir elit yang tak kunjung padam yang terus mendapatkan penolakan secara luas oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Berhentilah menghembuskan angin sesat yang bisa membuat Presiden Jokowi terjerumus,” imbuh dia.

Demokrat mengajak rakyat agar peduli dengan demokrasi di negeri ini dan terus mengawal isu perpanjangan masa jabatan presiden.

“Mari kita tetap waspada dengan upaya permufakatan jahat melanggengkan kekuasaan, yang terus disuarakan segelintir elit. Jangan surut walaupun hanya selangkah,” ujarnnya. (*)

1.059 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *