POLITIK

Sol Pernyataannya Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Bamsoet Beri Penjelasan

SOROTMATA.ID – Ketua MPR Bambang Soesatyo kembali memberikan penjelasan terkait dengan penyataanya soal perpanjangan masa jabatan presiden.

Diketahui, Bambang Soesatyo menyinggung soal perpanjangan masa jabatan presiden setelah melihat tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Joko Widodo mencapai 73,2 persen versi Poltracking Indonesia.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengklaim pernyataannya sekadar mengajak publik untuk berpikir. Ia menegaskan tidak meminta pemilu ditunda.

“Saya kan hanya mengajak berpikir. Masa berpikir saja tidak boleh?” kata Bamsoet kepada wartawan, Sabtu (10/12).

Bamsoet menjelaskan tahapan Pemilu 2024 sedang berjalan sesuai aturan UU Pemilu. Ia mengatakan Pemilu 2024 akan terselenggara, kecuali ada faktor alam ataupun non-alam, perang, dan lain-lain yang menyebabkan pemilu tidak bisa dijalankan seluruhnya atau sebagian.

Menurut Bamsoet, pernyataannya tak perlu ditanggapi dengan kemarahan.

“Yang pasti, konstitusi kita sudah mengatur dengan jelas, pemilu dilakukan setiap lima tahun. Masa jabatan presiden lima tahun, maksimal dua periode,” ucapnya.

Sebelumnya pernyataan Bamsoet ini mendapatkan sentilan keras dari Partai Demokrat.

Koordinator Juru Bicara Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan banyak politikus begitu bernafsu melanggengkan kekuasaan.

“Dengan entengnya secara bergantian melantangkan wacana presiden tiga periode ataupun penundaan Pemilu 2024. Seakan-akan melanggar konstitusi, mengkhianati amanah reformasi 1998 yang membatasi kekuasaan presiden maksimal dua periode, itu hal receh dan biasa saja bagi mereka,” kata Herzaky pada wartawan, Jumat (9/12).

Lebih lanjut, Herzaky mengatakan makin hari kian terlihat wajah buruk pemerintahan periode Joko Widodo dan Ma’ruf Amin yang terus memunculkan isu presiden tiga periode.

“Berulang kali, terus dan terus, secara bergantian melantunkan nafsu kekuasaan, ingin terus berkuasa, padahal prestasi cekak, dan rakyat banyak yang makin kesusahan sejak pandemi. Seakan urat malu sudah putus, karena mungkin hidup hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongannya saja,” kata dia.

(*)

1.133 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *