Advetorial

Pemkot Samarinda Segera Lakukan Pemulihan Aktivitas Ekonomi, Pasca Kebakaran Pasar Segiri

SOROTMATA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat menangani dampak insiden di Pasar Segiri. Langkah ini menyusul peristiwa kebakaran yang menghanguskan puluhan los pedagang sayur pada Kamis (26/3/2026) dini hari. Pemkot Samarinda kini fokus pada percepatan pemulihan aktivitas ekonomi para pedagang terdampak.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, nilai kerugian akibat Kebakaran Pasar Segiri ini mencapai Rp12,5 miliar. Angka tersebut meliputi kerusakan fisik bangunan los dan aset barang dagangan. Selain itu, beberapa unit kendaraan milik warga juga ikut terbakar dalam insiden tersebut.

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menyebut angka ini merupakan hasil validasi tim di lapangan. Petugas melakukan penyisiran menyeluruh pasca api padam. “Kerugian dari bangunan, barang dagangan, dan kendaraan kurang lebih Rp12,5 miliar,” ujar Suwarso saat memberikan keterangan resmi.

Pembersihan Lokasi Secara Maraton

BPBD Samarinda kini memimpin proses pembersihan material sisa kebakaran. Mereka bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Tim terpadu ini mengerahkan 22 personel untuk mengevakuasi puing-puing bangunan secara maraton.

Dukungan alat berat menjadi kunci percepatan pembersihan di lokasi Kebakaran Pasar Segiri. BPBD menurunkan dua unit ekskavator dengan enam orang operator. Sementara itu, armada pengangkut terdiri dari lima unit truk DLH dan tiga unit dump truck dari DPUPR. Pemerintah menargetkan area pasar bersih dari sampah material dalam waktu dekat.

“Target dua hari, kita berharap area sudah bersih total,” tegas Suwarso.

Langkah cepat ini bertujuan agar lahan pasar segera berfungsi kembali. Pemerintah tidak ingin denyut nadi perekonomian di Pasar Segiri terhenti terlalu lama.

Rencana Pembangunan Lapak Sementara

Fokus utama pemerintah saat ini adalah memfasilitasi pedagang agar bisa kembali berjualan. Pemkot Samarinda merencanakan pembangunan lapak dengan konstruksi semipermanen. Pembangunan ini merupakan solusi jangka pendek sebelum rencana revitalisasi permanen berjalan pada tahun depan.

Suwarso menjelaskan bahwa kebijakan ini mengikuti instruksi langsung dari pimpinan daerah. Langkah tersebut sangat penting karena banyak pedagang kehilangan modal usaha dalam jumlah besar.

“Arahan Wali Kota jelas, supaya segera bisa dibangun kembali, yang penting perdagangan ini bisa segera berjualan kembali,” tambah Suwarso.

Dalam proses pemulihan pasca Kebakaran Pasar Segiri, pemerintah juga melibatkan unsur hukum. Inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) memberikan pendampingan dari sisi regulasi. Keterlibatan ini memastikan seluruh proses pembangunan kembali los pedagang tetap sesuai aturan hukum.

“Dinas PUPR juga hadir termasuk dari Kejari memberikan pandangan-pandangan berkaitan dengan percepatan penanganan pedagang ini supaya tidak melanggar ketentuan hukum atau regulasi,” pungkasnya.

(Redaksi)

1.076 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *