Rian Ernest Mundur dari PSI Menyusul Tiga Kader Lainnya, Giring Ganesha Beri Tanggapan Begini
SOROTMATA.ID – Rian Ernest Tanudjaja menyatakan mundur sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Rian Ernest yang merupakan Direktur Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat PSI menyampaikan kabar pengunduran dirinya melalui akun media sosialnya pada Kamis (15/12) pagi.
“Melalui video ini, saya menyatakan pengunduran diri saya dari Partai Solidaritas Indonesia. Meski berat, saya meyakini ini lah keputusan yang benar demi langkah politik saya ke depannya,” kata Rian dalam video tersebut.
Ria juga mengatakan, PSI merupakan rumah yang hangat dan nyaman.
Tak hanya itu, ia juga mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekannya di PSI, seperti Giring Ganesha, Grace Natalie, dan Raja Juli Antoni.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Partai Solidaritas Indonesia yang telah menjadi rumah yang begitu hangat dan nyaman bagi saya selama empat tahun ini,” tambah Rian.
Dia berharap masyarakat dapat mendukung langkah politik selanjutnya. Namun, ia tidak menjelaskan rencana selanjutnya yang akan diambil.
“Meskipun mundur dari PSI, perjuangan saya menyuarakan aspirasi, merumuskan kebijakan, dan mencerdaskan rakyat tidak berakhir. Negara besar dan berpotensi luar biasa seperti Indonesia perlu cara-cara berpolitik yang lebih baik,” ujarnya.
“Karena itu, saya Rian Ernest akan tetap di jalur politik dan saya akan terus membutuhkan bantuan Anda untuk menjadi politisi yang lebih baik, yang lebih bermanfaat bagi rakyat,” tambahnya.
Mundurnya Rian Ernest sebagai kader PSI meyusul tiga rekan lainnya yang telah menyatakan mundur dari partai yang di pimpin Giring Ganesha tersbut.
Tiga orang sebelumnya yang menyatakan mundur dari PSI. Mereka adalah Tsamara Amany, Surya Tjandra, Michael Victor Sianipar.
Menanggapi mundurnya sejumlah kader tersebut, Ketua Umum PSI, Giring Ganesha buka suara.
Giring mengatakan, mundurnya empat kader tersebut merupakan hal biasa. Dia menegaskan, PSI memiliki banyak kader terbaik.
“Pindahnya beberapa kader-kader kami adalah hal yang sangat biasa dalam politik,” kata Giring, Kamis (15/12).
Menurut Giring, yang terpenting bagi PSI, kader mengundurkan diri dapat menerapkan semua ilmu yang telah diperoleh. Ilmu yang dimaksud ialah kebangsaan, pluralisme, dan antikorupsi.
Mantan vokalis grup band Nidji menyebut, PSI memiliki ratusan kader-kader muda terbaik yang telah ditempat dan menjalani sekolah politik secara baik.
“Selama verifikasi terbukti ribuan kader baru masuk dan siap berjuang bersama dengan nilai-nilai yang tetap kita junjung tinggi. Antikorupsi dan Antiintoleransi,” imbuhnya.
Giring optimis pada 2024 nanti, PSI bisa menyiapkan kader yang memiliki integritas, antikorupsi, antiintoleransi, dan mau kerja untuk rakyat.
“Kemudian berkemampuan terbaik untuk perjuangkan PSI agar bisa berkiprah di politik nasional ke depannya. Tolong dicatat, kami akan besar dengan mereka semua,” tegas Giring.
(*)
