BERITA

Wali Kota Samarinda Andi Harun Ingatkan ASN Jadikan Nilai Ramadan sebagai Bekal Pelayanan Publik

SOROTMATA.ID — Wali Kota Samarinda Andi Harun isi tausiah Ramadan melalui program Gema Ramadan usai Salat Zuhur berjamaah di Mushola Ar-Raudah, Balaikota Samarinda, Selasa (10/3/2026).

Tausiah yang disampaikan wali kota tersebut mengangkat tema “Raih Maghfirah, Tajdid al-Qalb dan Tajdid al-Hal”.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa bulan suci Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri serta memperkuat integritas sebagai pelayan masyarakat.

Andi Harun juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk tidak menyia-nyiakan momentum sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Pada fase inilah, umat Muslim diyakini memiliki kesempatan besar meraih ampunan Allah SWT sekaligus menemukan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

“Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Karena itu saya mengajak seluruh ASN untuk benar-benar memaksimalkan ibadah di hari-hari terakhir ini,” ujar Andi Harun.

Dalam penyampaiannya, Andi Harun juga menyampaikan permohonan maaf kepada para ASN karena jadwal tausiah yang sebelumnya direncanakan sehari lebih awal harus mengalami penundaan.

“Saya juga memohon maaf karena jadwal tausiah yang sebelumnya kita rencanakan harus ditunda. Namun saya berharap hal itu tidak mengurangi semangat kita untuk terus menambah kualitas ibadah di bulan Ramadan,” katanya.

Pentingnya Kepedulian Sosial

Ia kemudian mengingatkan kembali materi tausiah yang sebelumnya disampaikan kepada para ASN, khususnya mengenai pentingnya memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurut Andi Harun, bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan hubungan spiritual dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui berbagai bentuk amalan sosial.

“Pada tausiah sebelumnya kita sudah membahas tentang pentingnya memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Ini adalah amalan yang sangat utama di bulan Ramadan karena di dalamnya terdapat nilai berbagi dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai sosial yang tumbuh melalui zakat, infak, dan sedekah juga memiliki dampak besar dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membersihkan hati serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat,” kata Andi Harun.

Pada bagian akhir tausiahnya, Andi Harun kembali mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkot Samarinda untuk bersungguh-sungguh mencari malam Lailatul Qadar dengan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Ia mengingatkan bahwa malam istimewa tersebut umumnya terjadi pada malam-malam ganjil, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.

“Saya mengajak seluruh ASN untuk tidak melewatkan kesempatan besar ini. Mari kita perbanyak ibadah, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan amal kebaikan, terutama pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan,” ujarnya.

Menurut Andi Harun, kesempatan meraih Lailatul Qadar merupakan anugerah besar yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh setiap umat Muslim.

“Siapa pun yang mendapatkan Lailatul Qadar berarti ia memperoleh keberkahan yang luar biasa. Karena itu kita harus bersungguh-sungguh mencarinya dengan meningkatkan kualitas ibadah,” katanya.

Nilai Spiritual sebagai Bekal ASN

Melalui momentum sepuluh hari terakhir Ramadhan tersebut, Andi Harun berharap seluruh ASN dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kualitas spiritual.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama Ramadan seharusnya tidak berhenti pada bulan suci saja, tetapi juga menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.

“Nilai-nilai spiritual yang kita dapatkan selama Ramadan harus menjadi kekuatan untuk melakukan pembaruan hati atau tajdid al-qalb dan memperbaiki perilaku atau tajdid al-hal,” ujarnya.

Andi Harun juga menegaskan bahwa pembaruan hati dan perilaku tersebut sangat penting bagi ASN dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap semangat Ramadhan ini dapat tercermin dalam integritas, etos kerja, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat. ASN harus menjadi contoh dalam membangun nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan tausiah Ramadhan dalam program Gema Ramadhan tersebut, Pemerintah Kota Samarinda berharap nilai-nilai spiritual dan sosial yang disampaikan dapat menjadi penguat moral bagi ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *