BERITAINTERNASIONAL

Turki Putuskan Hubungan Dagang dan Tutup Akses Udara bagi Israel

SOROTMATA.ID – Pemerintah Turki resmi menghentikan seluruh hubungan ekonomi dengan Israel serta menutup ruang udara negaranya bagi penerbangan dari Tel Aviv.

Langkah ini dilakukan di tengah eskalasi serangan militer Tel Aviv terhadap Palestina yang berlangsung sejak Oktober 2023.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, dalam sidang parlemen pada Jumat (29/8). 

“Kami menghentikan perdagangan dengan Israel sepenuhnya. Pesawat mereka tidak akan melewati wilayah udara Turki, dan kapal-kapal Turki tidak akan bersandar di pelabuhan Israel,” tegas Fidan, dikutip Al Jazeera.

Penutupan jalur udara ini diperkirakan akan menimbulkan gangguan pada rute penerbangan Israel karena harus menempuh jalur lebih panjang.

Menurut Fidan, kebijakan ini merupakan respons terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel. 

Ia menuduh Tel Aviv melakukan genosida di Jalur Gaza selama dua tahun terakhir, sementara dunia internasional hanya menjadi saksi.

Langkah ini diambil usai otoritas pelabuhan Turki secara informal mulai meminta agen pengiriman memberi surat atau jaminan tertulis yang menyatakan tak terafiliasi dengan Israel dan tidak mengangkut material berbahaya.

Pemutusan hubungan ini bukan kali pertama. Tahun lalu, Turki juga memutus hubungan dagang dengan Israel.

“Turki telah memutus hubungan ekonomi dengan Israel di masa lalu (dan akan terus berlanjut,” kata salah satu pejabat Israel ke Jerusalem Post.

Turki adalah salah satu negara yang lantang mendukung kemerdekaan Palestina dan mengecam habis-habisan Israel. Di awal agresi, Presiden Recep Tayyip Erdogan bahkan pernah mengumumkan masa berkabung tiga hari, sebagai bentuk dukungan warga di Gaza.

Negara tersebut juga kerap menyampaikan dukungan ke Palestina di forum-forum internasional. Erdogan bahkan tak segan mengecam negara-negara Barat yang dianggap punya standar ganda terkait agresi Israel di Palestina.

Israel meluncurkan agresi brutal ke Palestina sejak Oktober 2023. Selama itu, mereka menggempur habis-habisan warga dan objek sipil. Hingga kini, lebih dari 62.000 orang di Palestina tewas dan jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *