Pemaparan Penanganan Banjir di Samarinda, Andi Harun Tekankan Tiga Fokus Utama
SOROTMATA.ID – Pemerintah Kota Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi masalah banjir di Kota Tepian.
Pada Rabu (25/6/2025), Dinas PUPR Kota Samarinda memaparkan Rencana Penanggulangan Banjir di Samarinda kepada Wali Kota Andi Harun.
Pada kesempatan ini, Andi Harun menginstruksikan aksi cepat menyikapi 11-12 titik rawan genangan yang kembali muncul dalam dua bulan terakhir.
Orang nomor satu di Pemkot Samarinda ini mengatakan, penanganan banjir tidak sekadar meninjau lokasi, tetapi memastikan setiap langkah teknis memiliki dampak nyata.
“Kita tidak boleh hanya membangun citra yang penting adalah langkah konkret. Kalau perlu, kepala daerah di belakang, dinas teknis di depan,” tegas Andi Harun.
Paparan teknis tersebut memetakan tiga fokus utama penanganan sungai, drainase kawasan, dan pengawasan lingkungan.
Titik-titik prioritas seperti Lempake, Sempaja, Loa Bakung, dan A.M Riffadin disebut akan menjadi lokasi awal intervensi bagi wilayah tanpa anggaran tahun 2025.
“Tidak ada anggaran bukan alasan untuk diam kita buka dulu alirannya, meski pakai eskavator tahun depan baru permanennya dibangun,” ujarnya.
Selain teknis, aspek lingkungan menjadi fokus utamanya Pemerintah akan menindak tegas pembukaan lahan tanpa izin yang menyebabkan sedimentasi dan memperparah banjir proses perizinan pematangan lahan pun ditangguhkan hingga revisi Perwali rampung dalam satu bulan.
Andi Harun juga menyampaikan rencana koordinasi dengan Pemkab Kutai Kartanegara untuk membangun kolam retensi di perbatasan utara guna menahan air kiriman dari luar Samarinda.
“Jika kolam retensi dibangun di wilayah Kukar, insyaallah dampaknya signifikan mengurangi beban banjir di Samarinda,” pungkasnya.
(*)
