NASIONAL

MUI Sebut Faktor Usia jadi Alasan Ma’ruf Amin Mundur dari Kursi Ketua Dewan Pertimbangan

SOROTMATA.ID – Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi menegaskan bahwa Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Pertimbangan MUI.

Masduki menyampaikan bahwa keputusan itu muncul dari pertimbangan usia dan keinginan Ma’ruf untuk memberi ruang bagi generasi penerus.

Masduki menjelaskan, Ma’ruf Amin menilai dirinya sudah sepuh sehingga perlu menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada tokoh yang lebih muda.

Ia menekankan bahwa regenerasi menjadi hal penting dalam organisasi sebesar MUI.

“Alasannya karena memang Kiai Ma’ruf itu pertama memang sudah uzur ya, sepuh ya, jadi ada semacam regenerasi itu saya kira yang sangat penting dalam organisasi, karena Kiai Ma’ruf akan memberikan kepada yang lebih muda lah sebagai kepemimpinan di Dewan Pertimbangan,” kata Masduki di Jakarta Pusat, Rabu (24/12)

Eks juru bicara Ma’ruf ini mengatakan Ma’ruf ingin uzlah atau menarik diri dari keramaian usai mundur.

Masduki mengatakan sebelum resmi mengajukan surat pengunduran diri, Ma’ruf telah memberi isyarat ingin mundur saat berpidato dalam rapat MUI.

Ia menjelaskan internal MUI akan membahas pengunduran diri Ma’ruf itu.

“Permohonan mundur itu apakah diterima atau tidak itu tergantung mekanisme yang ada di MUI dan karena itu pembahasan ini juga akan memakan waktu,” ucapnya.

Ma’ruf Amin Ajukan Pengunduran Diri

Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia sekaligus tokoh senior Majelis Ulama Indonesia (MUI), resmi mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan Ketua Dewan Pertimbangan MUI (Wantim MUI) periode 2025–2030.

Surat tersebut ditandatangani dan disampaikan kepada jajaran pengurus MUI pada Selasa, 23 Desember 2025, sebagaimana dikonfirmasi oleh Ketua MUI Bidang Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) KH Masduki Baidlowi.

Dalam suratnya, KH Ma’ruf Amin menyampaikan alasan utama pengunduran diri adalah faktor usia yang sudah lanjut serta masa pengabdian yang panjang di MUI.

“Saya menyampaikan surat permohonan pengunduran diri dari jabatan Ketua Dewan Pertimbangan MUI masa bakti 2025–2030 per tanggal surat ini ditandatangani. Hal ini berkaitan dengan usia saya yang sudah lanjut dan sudah terlalu lama pengabdian saya di MUI,” tulisnya.

Lebih lanjut, KH Ma’ruf menegaskan bahwa keputusan ini juga didorong oleh semangat regenerasi. Ia menilai sudah saatnya kepemimpinan di MUI dilanjutkan oleh tokoh-tokoh yang lebih muda, baik dari segi usia maupun energi, agar organisasi dapat terus berkembang dan menjawab tantangan zaman.

“Sudah saatnya saya untuk istirahat dan mengundurkan diri dari kepengurusan MUI, demi regenerasi tugas dan tanggung jawab kepada tokoh lain yang lebih muda dan kompeten,” ujarnya.

Dalam surat tersebut, KH Ma’ruf Amin juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran pengurus MUI jika selama masa kepemimpinannya terdapat tutur kata atau tindakan yang kurang berkenan. Ia berharap MUI dapat semakin maju dan berperan besar dalam membimbing umat Islam Indonesia.

“Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama seluruh jajaran pengurus MUI. Saya sangat bangga bisa bekerjasama dengan Bapak dan Ibu sekalian untuk membangun dan membesarkan lembaga ini,” tambahnya.

KH Ma’ruf Amin bukanlah sosok baru di MUI. Ia memulai kiprahnya dari Komisi Fatwa, kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum MUI, dan akhirnya menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI selama dua periode berturut-turut.

Perjalanan panjang ini menunjukkan dedikasi beliau dalam membangun MUI sebagai lembaga yang berperan penting dalam memberikan fatwa, arahan, dan pertimbangan moral bagi umat Islam di Indonesia.

Selain kiprahnya di MUI, KH Ma’ruf Amin juga dikenal luas sebagai ulama yang aktif di dunia politik dan pemerintahan.

Selain mundur dari Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Masduki menyebut Ma’ruf Amin juga mundur dari jabatan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Beliau juga mundur dari jabatan Ketua Dewan Syuro PKB,” ungkap Masduki.

Ma’ruf Amin adalah seorang ulama, dosen, dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada periode 2019-2024.

Beliau juga merupakan tokoh senior organisasi Nahdlatul Ulama sebagai Rais ‘Aam sejak 2015 dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *