Jaga Kedaulatan Republik Indonesia, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Bakal Tambah Pasukan di Natuna
SOROTMATA.ID – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan menambah pasukan di daerah yang rawan.
Salah satu daerah yang dimaksud adalah daerah perbatasan Natuna, Kepulauan Riau.
Pernyataan untuk menambah pasukan di daerah Natuna disampaikan Yudo usai acara serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) kepada Laksamana TNI Muhammad Ali di lapangan Trisila Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (29/12).
Awalnya Yudo menjelaskan kerawanan dalam situasi damai di daerah-daerah perbatasan.
Perbatasan yang dimaksud mantan Kepala Staf Angkatan Laut itu meliputi perbatasan laut maupun darat.
Yudo menyatakan akan berfokus untuk melakukan penjagaan di daerah tersebut. Pasukan di perbatasan Natuna pun akan ditambah.
“Nah, makanya nanti akan kita fokuskan. Mungkin untuk Natuna nanti yang akan kita tambah (pasukan),” ujar Yudo, Kamis (29/12).
Sentara unutk daerah lain tidak perlu ada penambahan, sebab selama ini kondisinya baik-baik saja.
“Kalau yang lain saya kira selama ini sudah terlaksana dengan baik, enggak perlu penambahan. Mungkin Natuna yang akan ada penambahan,” imbuh Yudo.
Sementara dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia di laut perbatasan, Presiden Jokowi telah memerintahkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali yang baru saja dilantik.
Sebanyak 2/3 wilayah Indonesia, kata Jokowi, merupakan wilayah laut. Karenanya, penegakan kedaulatan negara di lautan mesti menjadi salah satu fokus pertahanan.
“Konsentrasi untuk kedaulatan negara, utamanya di laut, itu yang menjadi tanggung jawab besar dari KSAL yang baru, Pak Muhammad Ali,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/12).
Jokowi mengatakan pulau-pulau terluar harus menjadi titik perhatian. Ia pun menekankan modernisasi alutsista TNI AL.
Pada kesempatan yang sama, Ali menyampaikan kesanggupan atas perintah itu. Menurutnya, ia akan memodernisasi sejumlah kapal perang Indonesia.
Tak hanya itu, Ali juga bakal mengerahkan kekuatan TNI AL untuk mengantisipasi sejumlah kerawanan di laut. Beberapa di antaranya adalah cuaca ekstrem dan penyelundupan.
(*)
