Panggunaan APBD Samarinda, Dewan Dorong Peningkatan Sektor Pendidikan dan Kesehatan
SOROTMATA.ID — Fraksi Demokrat DPRD Samarinda memberikan beberapa catatan khusus untuk pemerintah kota dalam menggunaan APBD.
Diketahui, DPRD Kota Samarinda menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan III Tahun 2023 beragendakan Persetujuan Bersama Terhadap Raperda Tentang APBD Tahun Anggaran 2024 pada Selasa (24/10/2023) malam.
Di Paripurna ini, APBD murni Samarinda tahun 2024 disetujui dengan besaran mencapai Rp5,1 triliun.
Dalam pengunaan APBD, Sri Puji Astuti yang juga Ketua Komisi IV DPRD Samarinda menitiberatkan di sektor pendidikan dan kesehatan di Kota Tepian.
Sektor pendidikan seperti pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang dinilai kerap menghadapi kendala.
“Pengadaan buku, kebijakan tentang pakaian sekolah, dan penarikan iuran yang terkadang memberatkan orangtua murid,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong soal peningkatan sarana dan prasarana sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Ia berharap Pemkot Samarinda fokus pada pelaksanaan program orang tua asuh bagi siswa yang berasal dari keluarga rentan miskin, miskin, dan miskin ekstrem.
Politisi Demokrat itu mendorong Pemkot Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda untuk meningkatkan nilai bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) bagi 135 ribu siswa yang tersebar di 803 satuan pendidikan di bawah kewenangan Pemkot Samarinda.
Semua upaya itu bertujuan mewujudkan visi Samarinda sebagai kota peradaban.
Sedangkan sektor kesehatan, Puji mendorong soal peningkatan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Fraksi Partai Demokrat berharap Pemkot Samarinda juga meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” pungkasnya.
(Advertorial)
