Tak Usut Pertemuan Firli Bahuri dan Lukas Enembe, Ini Alasan Dewas KPK
SOROTMATA.ID – Keikutsertaan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri bersama penyidik dan tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke Papua untuk menemuai Gubernur Papua Lukas Enembe menuai banyak kritikan.
Terkait hal ini, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyatakan tak akan mengusut pertemuan Firli dengan Lukas Enembe.
Diketahui, Lukas merupakan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan proyek infratruktur dengan menggunakan APBD Papua.
Menurut anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris, tak diusutnya pertemuan tersebut lantaran Firli tengah menjalankan tugas sebagai pimpinan KPK.
“Tidak (diusut). Sepanjang dilakukan dalam rangka pelaksanaan tugas,” ujar Haris dalam keterangannya, Senin (7/11).
Menurut Haris, pimpinan KPK diperkenankan bertemu dengan Lukas Enembe demi mendapatkan keterangan dan mengetahui kondisi kesehatan Lukas.
“Tidak ada masalah jika insan KPK, termasuk pimpinan KPK, berhubungan dengan tersangka, terdakwa, terpidana, atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani oleh KPK,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya KPK bersama tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan pemeriksaan terhadap Lukas baik kasus hukum maupun kesehatannya.
Dalam rombongan tersebut turut ikut serta Ketua KPK Firli Bahuri.
Keikutsertaan Firli dalam rombongan lantas mendapatkan tanggapan dari Indonesia Corruption Watch (ICW).
Keikutsertaan Firli Bahuri dalam agenda pemeriksaan kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe dinilai ICW semacam lelucon yang mengundang tawa.
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan pihaknya benar-benar tidak memahami urgensi kehadiran Firli di rumah tersangka KPK tersebut.
“Penting kami ingatkan, berdasarkan Pasal 21 ayat (1) Undang-undang KPK baru tidak lagi menyebut status Pimpinan KPK sebagai Penyidik sebagaimana UU KPK lama. Selain itu, Firli juga bukan dokter yang punya kemampuan mendeteksi kesehatan seseorang,” ujar Kurnia Jumat (4/11) dilansir dari CNNIndonesia.
“Jadi, kehadiran Firli di kediaman Lukas, terlebih sampai berjabat tangan itu lebih semacam lelucon yang mengundang tawa di mata masyarakat,” sindirnya.
(*)
