INTERNASIONAL

Iran Tegaskan Syarat Negosiasi dengan AS, Ancaman Harus Berakhir

SOROTMATA.ID  – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) harus memenuhi sejumlah tuntutan Teheran sebelum kedua negara kembali melanjutkan perundingan untuk mengakhiri perang.

Iran meminta Washington menghentikan ancaman, mencabut sanksi, dan memulihkan kepercayaan yang rusak akibat konflik kedua negara.

Seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Rabu (21/10/2026), Pezeshkian menyampaikan sikap tersebut saat bertemu Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Asim Munir, yang berkunjung ke Teheran pada Selasa (20/10). Pakistan bersama Qatar berperan sebagai mediator dalam konflik Iran dan AS.

Iran Desak Washington Hentikan Tekanan

Dalam pertemuan itu, Pezeshkian menilai kebijakan AS menjadi pemicu berbagai persoalan keamanan di kawasan Timur Tengah, termasuk meningkatnya ketegangan dan gangguan di Selat Hormuz.

“Semua masalah regional, mulai dari meningkatnya ketegangan hingga gangguan di Selat Hormuz, berakar dari sikap AS yang gemar mengobarkan perang,” kata Pezeshkian, sebagaimana dilaporkan lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB.

Ia juga mendesak Washington menjelaskan alasan di balik pecahnya perang yang menyeret kedua negara dan berdampak terhadap stabilitas regional.

“Amerika harus menjelaskan mengapa mereka memulai perang tersebut, dan menyeret diri mereka sendiri dan dunia ke dalamnya,” ucapnya.

Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan melanjutkan perundingan selama AS masih mempertahankan tekanan politik dan ancaman terhadap Teheran.

“Sebelum negosiasi apa pun, mereka (AS-red) harus terlebih dahulu mengakhiri tekanan dan ancaman, serta mencabut sanksi,” ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat Iran masih mencurigai niat Washington dan khawatir AS kembali melancarkan serangan ketika kedua negara membuka kembali jalur diplomasi.

“Saat ini, bangsa kami tidak mempercayai Amerika. Mereka meyakini jika kami memulai negosiasi, mereka akan kembali menyerang kami,” ujar Pezeshkian.

Tujuh Tuntutan Jadi Syarat Perdamaian

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga memimpin tim negosiasi Teheran, turut menegaskan bahwa Washington harus memenuhi tujuh persyaratan Iran untuk memperoleh kepercayaan.

“Kami tidak memiliki hal baru untuk disampaikan; Amerika tidak akan bisa mendapatkan kepercayaan Iran kecuali jika mereka memenuhi tujuh persyaratan tersebut,” ujar Ghalibaf.

Tuntutan Iran mencakup penghentian permusuhan di Timur Tengah, termasuk di Lebanon, pencairan aset Iran yang dibekukan, pencabutan sanksi terhadap minyak Iran, serta penghentian blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sikap Teheran tersebut menjadi tantangan bagi upaya mediasi Pakistan dan Qatar dalam mendorong kedua negara kembali ke meja perundingan.

(*)

1.167 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *