INTERNASIONAL

AS-Iran Saling Buka Peluang Negosiasi, Tapi Beda Syarat Akhiri Perang

SOROTMATA.ID – Amerika Serikat (AS) dan Iran sama-sama menyatakan masih membuka kemungkinan penyelesaian diplomatik di tengah konflik yang terus berlangsung. Namun, kedua negara masih berbeda pandangan mengenai langkah yang harus dilakukan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali perundingan.

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan Washington masih memberi kesempatan kepada Teheran untuk kembali ke meja perundingan.

Pernyataan itu disampaikan Waltz dalam acara Al-Monitor Live di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Minggu (20/9).

Dalam kesempatan tersebut, penasihat senior Al-Monitor Andrew Parasiliti menanyakan apakah pemerintahan Presiden Donald Trump meyakini waktu berada di pihak AS dalam konflik dengan Iran yang dimulai sejak 28 Februari.

“Saya yakin memang demikian,” kata Waltz.

Waltz kemudian menegaskan bahwa jalur diplomasi masih terbuka bagi Iran. Menurutnya, Teheran masih memiliki kesempatan untuk kembali melakukan pembicaraan dengan Washington.

Dia juga membantah laporan yang menyebut Iran telah menetapkan penghentian sanksi AS dan pembayaran ganti rugi sebagai syarat untuk memulai kembali negosiasi.

“Rezim Iran saat ini berada di titik terlemahnya sejak 1979 dan kondisinya semakin melemah,” ujar Waltz.

Menurut Waltz, tekanan terhadap Iran turut terlihat dari kondisi ekonominya, termasuk pelemahan mata uang Iran.

“Mereka akan kembali (ke meja perundingan), yang saya harap berlangsung secara damai dan diplomatis,” katanya.

Iran Sampaikan Enam Syarat

Di sisi lain, Iran memberikan gambaran berbeda mengenai jalur menuju perundingan. Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan Teheran telah menyampaikan sejumlah persyaratan kepada AS melalui Qatar yang bertindak sebagai mediator.

Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera pada Sabtu (19/9), Rezaei menyebut Iran menginginkan sejumlah perubahan sebelum perang berakhir.

BACA JUGA :  Usai Serang Iran, Israel Tetapkan Keadaan Darurat di Seluruh Wilayahnya

Meski begitu, ia juga menambahkan bahwa Iran siap bertempur dengan Amerika Serikat dengan “kekuatan yang lebih besar”.

“Kita akan menghadapi Amerika dengan kekuatan yang lebih besar, dan dengan serangan yang lebih banyak dan lebih menyakitkan,” katanya.

Berdasarkan pernyataan Rezaei kepada Al Jazeera, syarat berakhirnya perang yang diajukan Iran antara lain:

– Mengakhiri perang di semua lini, termasuk khususnya Lebanon

– Pencairan dana Iran yang berjumlah miliaran dolar AS

– Pengakhiran blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran

– Akhiri campur tangan AS dalam urusan internal Iran

– Mengakhiri kerja sama AS dengan “para penentang revolusi kami”

– Mengakhiri semua serangan AS terhadap wilayah Iran

Rezaei berujar merupakan kepentingan Washington untuk menerima syarat-syarat ini. Ia melanjutkan Iran siap bertempur kembali dan tak takut pada ancaman-ancaman Presiden AS Donald Trump.

“Menerima syarat-syarat ini adalah demi kepentingan Washington,” ujarnya.

(*)

1.168 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *