INTERNASIONAL

AS Akhiri Operasi Militer di Irak, Trump Klaim Kemenangan atas ISIS

SOROTMATA.ID – Amerika Serikat resmi mengakhiri misi militernya di Irak setelah pasukan dan peralatan terakhir meninggalkan negara tersebut.

Presiden AS Donald Trump menyebut penarikan itu sebagai penanda berakhirnya keterlibatan militer Washington dalam operasi melawan kelompok ISIS di Irak.

Trump mengumumkan penarikan pasukan tersebut melalui akun X resmi Gedung Putih @WhiteHouse, Kamis (1/10/2026).

“Hari ini, dengan bangga saya umumkan bahwa pasukan Amerika terakhir sedang meninggalkan Irak!” kata Trump.

Penarikan tersebut sekaligus mengakhiri Operation Inherent Resolve di Irak. Operasi ini menjadi bagian dari kampanye internasional untuk memerangi ISIS setelah kelompok tersebut menguasai sejumlah wilayah di Irak dan Suriah pada 2014.

Trump Klaim Kemenangan atas ISIS

Trump menilai berakhirnya misi militer AS di Irak menunjukkan bahwa Washington telah mencapai tujuan utama yang menjadi dasar pengerahan kembali pasukannya ke negara tersebut.

“Hari ini adalah kemenangan bagi Amerika Serikat, kemenangan bagi Irak, dan kemenangan telak atas ISIS-yang telah dihancurkan sepenuhnya oleh Pemerintahan Trump pada masa jabatan pertamanya-bersama dengan pihak-pihak berbahaya dan buruk lainnya,” tuturnya.

Trump juga mengatakan AS telah terlalu lama menghadapi persoalan yang muncul akibat keputusan pemerintahan sebelumnya. Menurut dia, persoalan tersebut kini perlahan berubah menjadi bagian dari sejarah.

Puji Perdana Menteri Baru Irak

Selain mengumumkan penarikan pasukan, Trump memberikan pujian kepada Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi. Ia menyebut pemimpin baru Irak tersebut sebagai sosok yang telah mendapat dukungannya sejak awal.

“Ini adalah hari yang luar biasa bagi Amerika dan, yang terpenting, kita meninggalkan Irak dengan Perdana Menteri baru yang hebat, Ali al-Zaidi-sosok yang saya dukung sejak awal dan saya restui sepenuhnya. Ia memenangkan pemilihan umum yang awalnya tidak diprediksi akan dimenangkannya, dan ia menang dengan keunggulan mutlak!” kata Trump.

BACA JUGA :  Paparan Radioaktif Sebabkan Ekspor Udang Indonesia ke AS Terhenti 

Trump berharap pemerintahan al-Zaidi mampu menangani berbagai persoalan di Irak setelah pasukan AS meninggalkan negara tersebut.

AS Pernah Tinggalkan Irak pada 2011

Keterlibatan militer AS di Irak bermula dari invasi pada 2003 di bawah pemerintahan Presiden George W. Bush. Washington kemudian menarik seluruh pasukannya dari Irak pada 2011.

AS kembali mengerahkan pasukan ke Irak pada 2014 setelah ISIS berkembang menjadi ancaman besar dan menguasai wilayah luas di Irak serta Suriah. Pengerahan tersebut kemudian menjadi bagian dari Operation Inherent Resolve.

Setelah bertahun-tahun menjalankan operasi melawan ISIS, AS kini kembali menarik pasukannya dari Irak.

Penarikan dari Erbil Berlangsung Tertib

Trump mengatakan proses penarikan pasukan dan peralatan koalisi dari Pangkalan Udara Erbil berlangsung secara tertib. Ia membandingkan situasi tersebut dengan penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Berbeda dengan Afghanistan, Trump mengeklaim penarikan dari Irak tidak meninggalkan persoalan serupa terkait peralatan dan aset militer.

“Saya menetapkan misi yang jelas, memberikan sarana kepada para komandan untuk menyelesaikannya, dan menolak membiarkan kehadiran sementara berubah menjadi kehadiran permanen,” ungkapnya.

Menurut Trump, keputusan untuk meninggalkan Irak muncul setelah ia mempertimbangkan pilihan untuk mempertahankan atau mengakhiri kehadiran militer AS.

“Saya dihadapkan pada pilihan untuk tetap tinggal atau pergi, dan saya merasa yakin sepenuhnya bahwa sudah saatnya Amerika pulang! Perdana Menteri al-Zaidi adalah sosok yang luar biasa, dan diharapkan ia mampu menangani berbagai hal dengan sangat baik. Kita datang untuk memerangi kekhalifahan. Tidak ada lagi kekhalifahan. Kita akan pulang!” sambungnya.

(*)

1.064 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *