BERITA

Lampaui Target Nasional, Samarinda Perkuat Gerakan Penurunan Stunting

SOROTMATA.ID — Upaya percepatan penurunan stunting di Samarinda terus menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan data terbaru tahun 2025, angka stunting berhasil ditekan hingga 17,13 persen, melampaui target nasional.

Capaian ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat dalam membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

Namun, Wakil Wali Kota Samarinda sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah titik akhir. Justru, ini menjadi momentum untuk memperkuat langkah dan menjaga konsistensi program di lapangan.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Aksi Bangda dan Gerakan Intervensi Stunting Serentak yang digelar di Aula Sekretariat TP PKK Samarinda, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan komitmen lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga kader masyarakat.

“Kalau stunting ini tidak kita turunkan, berarti kita semua belum berhasil. Ini bukan hanya kepala daerah, tapi seluruhnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh organisasi perangkat daerah tidak terjebak pada kegiatan seremonial tanpa dampak konkret di masyarakat.

“Program ini tidak akan jalan kalau hanya seremonial. Di atas rapat, di bawahnya koler—malas, tidak bergerak. Nah ini yang tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Pentingnya Komunikasi dan Aksi Nyata

Saefuddin menegaskan pentingnya keterbukaan komunikasi antarinstansi. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk turun langsung ke lapangan jika ditemukan kendala dalam pelaksanaan program.

“Kalau ada masalah, jangan dipendam. Sampaikan. Saya siap turun 24 jam. Kita ini ingin benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, tren stunting di Samarinda dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penurunan meskipun sempat mengalami fluktuasi. Pada 2020 angka stunting tercatat sebesar 24,7 persen, turun menjadi 21,6 persen pada 2021, kemudian meningkat ke 25,3 persen pada 2022. Selanjutnya kembali menurun menjadi 24,4 persen pada 2023, 20,3 persen pada 2024, hingga mencapai 17,13 persen pada 2025.

Meski tren menunjukkan perbaikan, Saefuddin menegaskan bahwa percepatan penurunan harus terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kalau kita jalankan bersama, Insya Allah penurunannya bisa lebih cepat lagi,” tambahnya.

Partisipasi Posyandu Masih Rendah

Sementara itu, Ketua TP PKK Samarinda yang juga Wakil Ketua II TPPS, Rinda Wahyuni Andi Harun, menyoroti masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu. Ia menyebut tingkat kehadiran warga saat ini baru sekitar 28 persen.

“Kita ini sudah bagus di angka stunting, tapi kehadiran Posyandu justru rendah. Padahal dari situlah awal pembentukan generasi sehat,” ujarnya.

Rinda menilai peran camat dan lurah menjadi kunci dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus memastikan validitas data di masing-masing wilayah. Untuk itu, TP PKK Samarinda berencana mengaktifkan kembali program Posyandu Bayangan, terutama di wilayah dengan tingkat kehadiran rendah.

Program tersebut sebelumnya dinilai efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, dari 11 persen menjadi 67 persen.

“Ini harus kita gerakkan bersama, bukan hanya bulan ini, tapi berkelanjutan sampai akhir tahun. Camat, lurah, sampai RT harus bergerak,” tegasnya.

Selain peningkatan partisipasi, akurasi data juga menjadi perhatian. Data sasaran akan terus diperbarui agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan, sehingga intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa penanganan stunting di Samarinda dilakukan secara terintegrasi. Mulai dari pendataan ibu hamil dan balita, pelayanan kesehatan melalui Posyandu dan fasilitas kesehatan, hingga edukasi gizi, pola asuh, dan penguatan ketahanan keluarga.

Fokus utama diarahkan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yang dinilai sebagai fase krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Dukungan DPRD dan Program Genting

Dukungan terhadap upaya ini juga datang dari DPRD Kota Samarinda. Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih, menyebut masih terdapat sejumlah kecamatan yang capaian programnya belum optimal.

Namun, ia optimistis target penurunan stunting dapat tercapai pada tahun ini, seiring penguatan program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

“Memang masih ada beberapa kecamatan yang belum sesuai target, tapi secara keseluruhan Insya Allah bisa tercapai tahun ini,” ujarnya.

Riska menambahkan, pengawasan program akan diperkuat hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan RT dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TP PKK dan Dasawisma.

“Mulai besok kita turun serentak membuka Posyandu, pengawasannya langsung dari camat. Camat menggerakkan kelurahan, kelurahan ke RT,” jelasnya.

Selain itu, dukungan juga diberikan melalui program Pokok Pikiran (Pokir), seperti pembangunan tiga Posyandu serta pengadaan alat ukur dan alat timbang di 59 kelurahan.

“Harapannya tentu stunting di Samarinda bisa benar-benar habis,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Samarinda, drg Deasy Evriyani, turut memaparkan sejumlah langkah strategis dalam pelaksanaan intervensi serentak guna mempercepat penurunan stunting di daerah tersebut.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *