Menkeu Suahasil Lantik Lima Pejabat Eselon I Kemenkeu, Ini Daftar Perubahannya
SOROTMATA.ID – Menteri Keuangan Suahasil Nazara merombak jajaran pejabat pimpinan tinggi madya atau eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan melantik lima pejabat pada Jumat (23/10/2026).
Pergantian tersebut mencakup posisi Sekretaris Jenderal, dua Direktur Jenderal, dan dua Staf Ahli Menteri Keuangan, dengan fokus pada penguatan organisasi, digitalisasi perbendaharaan, serta efektivitas pengelolaan keuangan pusat dan daerah.
Pelantikan tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 141/TPA Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Keuangan.
“Pelantikan pada pagi hari ini adalah bagian dari perjalanan Kementerian Keuangan untuk terus beradaptasi dan memperkuat organisasi,” ujar Suahasil dalam sambutannya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).
Astera Primanto Bhakti Jabat Sekjen Kemenkeu
Suahasil melantik Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal Kemenkeu menggantikan Robert Leonard Marbun.
Sebelumnya, Astera menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan, sedangkan Robert menduduki posisi Sekjen sejak 27 Maret 2026 pada masa kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Suahasil meminta Astera mengoptimalkan fungsi Sekretariat Jenderal dalam mendukung seluruh unit organisasi, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, anggaran, organisasi, hukum, komunikasi, hingga aset internal.
“Seluruh fungsi dukungan manajemen, mulai dari sumber daya manusia, anggaran, organisasi, hukum, komunikasi, hingga pengelolaan aset internal, harus diarahkan untuk memastikan prioritas kerja Kementerian Keuangan terlaksana dengan baik,” beber Suahasil.
Tri Budhianto Pimpin Ditjen Perbendaharaan
Pergantian jabatan juga menempatkan Tri Budhianto sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan menggantikan Astera.
Suahasil meminta Tri melanjutkan transformasi perbendaharaan menuju modern treasury operations melalui digitalisasi, penguatan tata kelola, dan perbaikan proses bisnis.
Ia menilai penguatan Ditjen Perbendaharaan perlu mencakup penyusunan anggaran dan penganggaran kementerian serta lembaga, tidak hanya pelaksanaan anggaran. Dengan demikian, proses perencanaan dan realisasi belanja negara dapat berjalan lebih terhubung.
“Dirjen Perbendaharaan harus terus berinovasi melalui digitalisasi. Dirjen Perbendaharaan yang sebelumnya yaitu Pak Prima telah mengatakan bahwa backbone dari transformasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan adalah digitalisasi. Saya minta ini diteruskan, dengan memperkuat tata kelola, penguatan proses bisnis, dan kemudian pengembangan dari modern treasury operations,” terangnya.
Suahasil juga mendorong pengembangan sistem pembayaran langsung ke rekening penerima, termasuk untuk bantuan perlindungan sosial, gaji pegawai negeri, dan pensiunan. Menurutnya, mekanisme tersebut dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan APBN dan mempercepat penyaluran manfaat anggaran.
“Termasuk di dalamnya adalah pembayaran perlindungan sosial yang langsung ke rekening masing-masing, pembayaran gaji pegawai negeri, dan juga pada saatnya nanti seyogyanya pembayaran dari pensiun juga connect langsung kepada rekening seluruh pensiunan secara langsung dari Kas Umum Negara,” imbuhnya.
Nufransa Wira Sakti Gantikan Askolani
Suahasil turut melantik Nufransa Wira Sakti sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan menggantikan Askolani. Sebelumnya, Nufransa menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak, posisi yang kini diisi Neilmaldrin Noor.
Suahasil meminta Nufransa memperkuat sinergi kebijakan fiskal pemerintah pusat dan daerah. Ia menegaskan APBN dan APBD harus saling mendukung agar belanja pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
Pemerintah, kata Suahasil, perlu melihat manfaat belanja secara menyeluruh, baik melalui transfer ke daerah, belanja APBD, maupun belanja langsung pemerintah pusat di berbagai wilayah Indonesia.
“Terus perbaiki desain transfer, desain dan tata kelola serta proses bisnis transfer, dan tentunya cara kerja internal DJPK agar desentralisasi fiskal semakin efektif mendukung pemerataan pembangunan,” jelasnya.
Dua Staf Ahli Diminta Perkuat Koordinasi
Dalam pelantikan yang sama, Suahasil juga melantik dua Staf Ahli Menteri Keuangan. Ia menegaskan bahwa kedua jabatan tersebut memiliki peran strategis dalam membantu menteri mengambil keputusan dan menghubungkan berbagai isu lintas unit di Kemenkeu.
“Staf Ahli Menteri Keuangan harus bisa berkomunikasi dengan semua unit Kementerian Keuangan, semua unit Eselon I Kementerian Keuangan, dan mampu melakukan connecting the dots atas berbagai isu strategis di Kementerian Keuangan,” jelasnya.
Daftar Pejabat Eselon I Kemenkeu yang Dilantik
1. Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal
2. Tri Budhianto sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan
3. Nufransa Wira Sakti sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan
4. Neilmaldrin Noor sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak
5. Hidayat Amir sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional
(*)
