NASIONAL

Di Balik Perjuangan Memadamkan Karhutla, DPR Minta Pemerintah Jamin Keselamatan Relawan

SOROTMATA.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah sejumlah petugas dan relawan gugur saat menjalankan tugas.

Ia menegaskan, pemerintah perlu memastikan setiap personel mendapat perlindungan keselamatan dan kesehatan selama menangani kebakaran.

Puan menyampaikan perhatian tersebut dalam keterangannya pada Jumat (23/10/2026). Menurutnya, pemerintah tidak hanya perlu melindungi masyarakat yang terdampak karhutla, tetapi juga menjamin keselamatan orang-orang yang berada di garis depan pemadaman.

“Selain untuk warga, perhatian pemerintah juga perlu menjangkau petugas dan relawan yang membantu pemadaman api karhutla. Harus ada jaminan keselamatan dan kesehatan bagi para petugas dan relawan, keluarga menunggu mereka pulang,” kata Puan.

Ia juga menyampaikan dukacita atas gugurnya sejumlah petugas dan relawan ketika berjuang memadamkan api.

Puan mengingatkan bahwa setiap personel menjalankan tugas dengan harapan dapat membantu menyelamatkan orang lain sekaligus kembali berkumpul bersama keluarga.

“Para petugas dan relawan yang membantu penanganan berangkat dengan harapan dapat menyelamatkan sesama dan kembali kepada keluarganya. Pengabdian itu perlu ditopang perlindungan yang dapat diandalkan,” sebut dia.

“Kami atas nama DPR juga menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya sejumlah petugas dah relawan saat berjibaku memadamkan api,” tambahnya.

DPR Soroti Perlindungan Keluarga Korban

Puan meminta pemerintah tidak berhenti pada evaluasi prosedur pemadaman. Pemerintah juga perlu memastikan keluarga korban memperoleh dukungan yang jelas, terutama ketika kehilangan anggota keluarga yang menjadi pencari nafkah atau penanggung jawab pengasuhan.

“Petugas dan relawan yang memiliki tanggungan pengasuhan atau menjadi penopang penghasilan keluarga membutuhkan kejelasan dukungan, termasuk mereka yang mengalami cedera, sakit, atau harus menjalani pemulihan,” sebutnya.

Menurut Puan, dukungan juga perlu menjangkau petugas yang mengalami cedera atau sakit akibat tugas pemadaman, termasuk mereka yang membutuhkan waktu untuk menjalani pemulihan.

Perempuan dalam Pemadaman Perlu Dukungan

Puan turut mengapresiasi keterlibatan perempuan dalam penanganan karhutla, termasuk kelompok ibu-ibu yang ikut membantu memadamkan api. Ia menilai pemerintah perlu memberikan dukungan yang layak serta membuka ruang bagi mereka untuk menyampaikan pengalaman dan kebutuhan selama bertugas.

“Keterlibatan para perempuan, kelompok ibu-ibu yang ikut membantu pemadaman karhuta juga perlu memperoleh dukungan yang layak dan kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan serta pengalaman selama bertugas,” ucapnya.

Puan menegaskan DPR melalui komisi terkait akan mengawal langkah pemerintah, mulai dari penanganan karhutla hingga pemulihan pascabencana.

“Setiap keluarga yang menanggung beban akibat karhutla beserta dampak kabut asap berhak memperoleh perhatian yang layak, termasuk ketika harus menata kembali kehidupannya setelah kehilangan,” ungkapnya.

(*)

1.127 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *