AdvetorialDPRD Kaltim

Soroti Wacana Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Andi Satya: Itu Harus Sukarela, Bukan Paksaan

SOROTMATA.ID – Wacana salah satu kepala daerah yang mensyaratkan laki-laki menjalani prosedur vasektomi untuk bisa menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah menuai kontroversi di masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, menyatakan keberatannya dan meminta agar kebijakan itu dikaji ulang.

Menurutnya, Vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen pada pria yang dilakukan dengan cara memotong atau menyumbat saluran sperma (vas deferens) untuk mencegah kehamilan.

“Salah satu syaratnya adalah dia sudah harus mantap dengan keputusannya. Jadi itu bukan sesuatu yang dipaksakan,” tegas Andi, Senin (19/5/2025).

Selain itu, Andi Satya menjelaskan bahwa jika benar vasektomi dijadikan syarat wajib untuk mengakses bansos, maka kebijakan tersebut sangat tidak tepat dan berisiko melanggar prinsip hak asasi manusia.

Andi juga mengingatkan bahwa prosedur ini tidak dapat dibatalkan setelah dilakukan, sehingga keputusan harus sepenuhnya datang dari individu yang bersangkutan.

“Artinya keputusan itu, sekali sudah dilakukan tidak bisa diulang lagi, tidak bisa dibuka lagi,” Jelasnya.

Politisi dari partai Golkar itu meminta pemerintah untuk lebih bijak dalam menyusun kebijakan kependudukan dan kesehatan reproduksi. Menurutnya, segala bentuk program pengendalian kelahiran harus tetap mengedepankan prinsip kesukarelaan dan edukasi, bukan paksaan yang berkedok bantuan sosial.

(ADV/*)

1.047 Tayangan
BACA JUGA :  Penerimaan Murid Baru, DPRD Kaltim Wanti-wanti Praktik Titip Siswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *