Advetorial

Soal Kasus Dugaan Korupsi di Kementerian Pertanian, NasDem Yakin Syahrul Yasin Limpo Tak Hindari Panggilan KPK

SOROTMATA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan).

Dalam mendalami kasus ini, KPK telah memanggil Menteri Pertanian yang juga merupakan kader Partai NasDem, Syahrul Yasin Limpo untuk dimintai keterangan.

Terkait hal ini, Partai NasDem mempersilakan lembaga antirasuah untuk memeriksa Syahrul Yasin Limpo.

NasDem juga meyakini kadernya itu tidak menghindari panggilan KPK.

Diketahui KPK memanggil Syahrul  untuk diperiksa pada Jumat (16/6) kemarin, namun yang bersangkutan tak hadir lantaran sedang menghadiri agenda Menteri Pertanian G20 di India.

“Menteri Pertanian juga tidak pergi atau tidak menghindar kan, hanya meminta waktu untuk penundaan karena berkaitan dengan jadwal acara kenegaraan,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Nasdem Dedy Ramanta di Jakarta, Jumat (16/6).

NasDem menyerahkan proses hukum itu kepada KPK . Bagi NasDem, pemanggilan Syahrul merupakan proses hukum yang biasa.

“Jadi, bagi NasDem tentu saja hal itu dianggap sebagai peristiwa yang biasa saja, karena namanya juga dugaan, dipanggil, semua warga negara juga bisa dipanggil oleh penegak hukum,” ujar Dedy.

Namun, NasDem optimistis Syahrul tidak ada urusan hukum. Untuk itu, mereka mendukung Syahrul supaya menghadiri undangan KPK.

“Dari aspek partai tentu saja kami prihatin kalau andaikan itu benar. Tapi kami optimis bahwa apa yang terjadi sekarang dalam hal ini Partai NasDem menduga gak ada problem yang serius kok. Kami dan meminta Pak Syahrul Yasin Limpo juga untuk datang di KPK,” ujar Dedy.

NasDem belum mendengar informasi Syahrul segera menjadi tersangka. Menurut Dedy, informasi yang beredar hanya dugaan.

“Belum, belum tahu, belum tahu. Kalau di media sosial aja kita dugaan-dugaan dan hari-hari ini bagi Partai Nasdem begitu yah dianggap sebagai sebuah peristiwa yang jadi biasa kita, gitu loh. Gak menjadi konsen bahwa kemudian itu kita harus menyiapkan segala macam enggak,” jelasnya.

BACA JUGA :  DPRD Kaltim Dorong Implementasi Putusan MK Soal Pendidikan Dasar Gratis

Namun, NasDem pun berharap pemanggilan Syahrul bukan hal yang politis.

“Kami berharap yah bahwa itu bukan margin of teror. Jadi kalau survei tadi kan margin of error, kami berharap dalam pemilu 2024 tidak ada margin of teror,” ujar Dedy.

Sejauh ini, DPP NasDem juga belum secara resmi memanggil Syahrul untuk klarifikasi terkait dugaan kasus di Kementerian Pertanian.

“Belum, secara resmi. Karena acara-acara kemarin acara-acara biasa Pak Menteri sebagai anggota Dewan Pakar,” pungkasnya.

(*)

1.130 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *