Turunkan Stunting di Samarinda, Wakil Wali Kota Dorong Peran Aktif Lurah dan Camat
SOROTMATA.ID, SAMARINDA – Upaya penurunan angka stunting terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Bahkan Pemkot Samarinda telah menargetakan untuk menurunkan stunting di angka 11 persen di tahun 2024 mendatang.
Wakil Wali Kota Samaruinda, Rusmadi Wongso menjelaskan bahwa Kota Samarinda berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 memiliki presentase prevelensi stunting sebesar 21,6 persen dan mengalami peningkatan pada tahun 2022 sebesar 25,3 persen.
Hal ini disampaikan Rusmadi kala dirinya menghadiri roadshow daring bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dan pembahasan percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan itu dilaksanakan di Ruang Rapat command Center Diskominfo Kota Samarinda pada Kamis (16/3/2023).
Dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Samarinda Rinda Wahyuni, Ketua Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Samarinda I Gusti Ayu Sulistiani.
Rusmadi mengatakan, saat ini Pemkot Samarinda sedang berupaya untuk melakukan percepatan penurunan angka stunting melalui program kerja serta koordinasi lintas pemangku kepentingan.
“Ya data dari SSGI tadi sebagai perbandingan dan acuan kita juga untuk bekerja lebih keras menangani kasus stunting di kota Samarinda. Perlu keterlibatan aktif pihak lurah di kelurahan dan camat di kecamatan untuk mencegah stunting,” kata Rusmadi.
Ia berharap agar lurah dan camat memiliki peran aktif untuk mengetahui dan mendata para warganya yang terkategori stunting hingga miskin ekstrem.
“Pemkot Samarinda sedang berupaya mewujudkan manajemen satu data risiko keluarga stunting atau miskin ekstrim pada setiap lintas OPD dan pemangku kepentingan tiap satuan tingkatkan pemerintahan,”ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan agar program bantuan dan peningkatan kesehatan serta kesejahteraan ekonomi dapat benar-benar terarah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia berharap agar Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Samarinda agar dalam melaksanakan tugasnya mendapatkan pendamping dan pelatihan teknis dari pemerintah pusat. Perlunya dukungan pembangunan infrastruktur dari kementerian terkait.
“Tentunya perlu pendampingan agar juga transfer ilmu pengetahuan dan pendamping itu sampai kepada tingkat keluarga dan menciptakan masyarakat yang sehat dan kuat,” ujarnya.
(Advertorial)
