RAGAM

98,9 Persen Desa di Aceh Kembali Terang, PLN Terus Kejar Pemulihan Sisa Wilayah Pascabencana

SOROTMATA.ID – PT PLN (Persero) memastikan proses pemulihan kelistrikan di Provinsi Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor terus berjalan dan mendekati tahap akhir. Hingga saat ini, sebanyak 6.432 desa atau sekitar 98,9 persen dari total desa di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik, seiring upaya percepatan perbaikan jaringan distribusi hingga ke wilayah pedesaan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa pemulihan kelistrikan di Aceh berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dengan mengutamakan kecepatan penanganan, ketepatan kerja, serta keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.

Pemulihan Listrik Aceh Capai 98,9 Persen Desa

Darmawan menjelaskan bahwa sejak sistem kelistrikan utama Aceh berhasil dipulihkan, PLN langsung mengalihkan fokus pada penormalan jaringan distribusi yang menjangkau hingga desa-desa terdampak bencana.

“Sejak sistem kelistrikan besar Aceh pulih, kami langsung memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga ke desa-desa. Alhamdulillah, hingga saat ini hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala,” ujar Darmawan, dikutip Minggu (18/1/2025).

Ia menegaskan bahwa pemulihan listrik menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan setelah bencana.

Arahan Presiden Jadi Dasar Percepatan Pemulihan Kelistrikan

PLN menjalankan pemulihan jaringan kelistrikan Aceh dengan berpedoman pada arahan Presiden Prabowo Subianto. Darmawan menyebut arahan tersebut menekankan pentingnya respons cepat terhadap dampak bencana, tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja di lapangan.

Menurutnya, kondisi geografis Aceh yang menantang membuat setiap tahapan pemulihan membutuhkan perencanaan teknis yang matang dan koordinasi lintas sektor.

PLN Catat 68 Desa Masih Padam Akibat Akses Terputus

Meski sebagian besar desa telah kembali menikmati listrik, PLN mencatat masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04 persen yang belum teraliri listrik secara normal. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

PLN memastikan pemulihan di desa-desa tersebut tetap berjalan hingga seluruh wilayah Aceh kembali teraliri listrik secara normal.

Tantangan Geografis Hambat Normalisasi Jaringan Permanen

Darmawan menjelaskan bahwa desa-desa yang masih padam berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Banjir dan tanah longsor menyebabkan akses jalan menuju lokasi terputus, rusak parah, bahkan hilang di sejumlah titik.

“Desa-desa yang masih padam berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses jalan di sejumlah lokasi terputus, rusak parah, atau bahkan hilang akibat banjir dan longsor, sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu serta upaya ekstra. Namun, kami tidak menunggu. Kami terus bergerilya dan menyambung kembali listrik hingga titik terdalam Aceh,” tegas Darmawan.

Program 1.000 Genset ESDM Jadi Solusi Sementara

Sambil menunggu pemulihan jaringan distribusi secara permanen, PLN memastikan masyarakat di 68 desa yang masih padam tetap mendapatkan pasokan listrik sementara. Pasokan tersebut diberikan melalui dukungan Program 1.000 Genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kehadiran genset darurat ini bertujuan agar aktivitas masyarakat tidak terhenti meskipun jaringan listrik utama belum sepenuhnya pulih akibat kendala akses.

Infrastruktur Rusak Jadi Tantangan di Lapangan

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur jalan menjadi tantangan terbesar dalam proses pemulihan kelistrikan di wilayah terisolir.

Ia mencatat terdapat 171 titik longsor yang menutup akses serta 14 jembatan rusak yang menghambat mobilisasi alat berat dan material kelistrikan.

“Komitmen kami adalah pemulihan jaringan permanen secepat mungkin. Namun, keselamatan petugas dan kemampuan akses alat berat sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan. Kami terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Pemda terkait upaya pembukaan akses di lapangan,” ujar Eddi.

Aceh Tengah dan Bener Meriah Jadi Prioritas Pemulihan

Eddi merinci bahwa konsentrasi pemulihan saat ini berada di wilayah yang masih terisolir. Di Kabupaten Aceh Tengah, sebanyak 36 desa masih dalam proses pemulihan jaringan permanen. Sementara itu, di Kabupaten Bener Meriah terdapat 13 desa yang juga menjadi prioritas penanganan.

Selain itu, PLN juga terus melakukan pemulihan di sejumlah desa di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tamiang.

“Petugas kami di lapangan terus bersiaga di titik terdekat dengan lokasi longsor. Begitu akses memungkinkan untuk dilewati, tim teknis kami akan langsung masuk untuk melakukan perbaikan tiang dan kabel yang roboh akibat bencana,” jelas Eddi.

Pemda Apresiasi Kerja Keras Petugas PLN

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras petugas PLN yang terus berupaya memulihkan kelistrikan di wilayahnya, meskipun menghadapi kondisi medan yang berat.

“Kami melihat perjuangan luar biasa dari petugas PLN yang harus menerjang titik-titik longsor demi bisa masuk membawa material. Kami juga sangat terbantu dengan adanya backup 1.000 genset Kementerian ESDM, sehingga desa-desa kami tetap terang sementara perbaikan jaringan permanen terus diupayakan,” ungkap Haili.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *