Verifikasi Faktual Partai Ummat Berjalan Lancar, Bawaslu Pastikan Tak Ada Parpol Lain yang Mengganggu
SOROTMATA.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menegaskan tidak ada pihak atau partai lain yang mengganggu proses verifikasi faktual (verfak) perbaikan Partai Ummat.
Bahkan Bawaslu memastikan seluruh tahapan vervak Partai Ummat berjalan dengan lancar.
Hal ini dikatakan Anggota Bawaslu RI, Puadi saat dikonfirmasi Rabu (28/12).
“Saya sudah koordinasi dengan Pak Zul Kordiv PP DATIN (Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi) Sulut. Setelah mengecek ke semua Kabupaten/Kota pelaksanaan verfak berjalan dengan baik dan tidak ditemukan ada pihak-pihak yang mengganggu jalannya verfak,” kata Puadi.
Diberitakan sebelumnya Partai Ummat tengah menjalani proses verifikasi faktual (verfak) ulang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Utara untuk bisa lolos menjadi peserta pemillu 2024.
Hal ini dilakukan setelah sebelumnya Partai Ummat dinyatakan tak lolos jadi peserta Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dalam dalam verifiksi faktual yang dilakukan, Partai Ummat mengaku ada salah satu partai politik yang mencoba untuk menggagalkan verifikasi faktual ulang terhadap mereka di Sulawesi Utara.
Perwakilan Humas Partai Ummat Mustofa B Nahrawardaya mengatakan Partai Ummat di tingkat pusat mendapatkan laporan bahwa kader salah satu partai tertentu terus mencoba mengganggu jalannya verifikasi faktual ulang di Sulawesi Utara.
Upaya itu dilakukan mereka dengan mengintervensi panitia penyelenggara dan pengawas agar Partai Ummat kembali tak memenuhi syarat.
Hal tersebut, kata dia, diketahui berdasarkan informasi yang diberikan oleh pengurus dan kader Partai Ummat di Sulawesi Utara.
“Kami mendapatkan laporan bahwa kader-kader salah satu partai tertentu begitu getol terus-menerus mengganggu jalannya verifikasi faktual,” kata Mustofa dalam keterangannya, Selasa (27/12).
Meski demikian, ia tak mengungkapkan partai politik yang mecoba mengahambat verfak yang dlikakukan Partai Ummat.
Menurutnya, semua partai memiliki hak yang sama untuk bersaing di Pemilu. Dia meminta semua pihak untuk melakukan manuver politik secara sportif.
“Jangan gunakan cara-cara yang tidak etis dan curang karena takut kalah dalam permainan,” katanya.
(*)
