POLITIK

Soal Penentuan Capres, Ketum PAN Zulkifli Hasan Sebut Bagian Terakhir dari KIB

SOROTMATA.ID – Partai Amanat Nasional (PAN) menilai urusan calon presiden (capres) di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menjadi bagian akhir.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) usai Konsolidasi PAN Malang Raya di Hotel Mercure Kota Malang, Jumat (28/10).

Zulhas mengatakan saat ini yang terpenting adalah membahas soal konsep dan gagasan dasar Indonesia dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Capres itu kan chapter-nya terakhir. Kita yang penting itu Indonesia mau dibawa ke mana dulu? Ada perubahan geopolitik menghadapi resesi, perlambatan ekonomi. Kita mau ke mana? Kita bikin konsepnya, gagasannya. Habis itu baru presidennya. Presiden itu chapter terakhir,” kata Zulkifli Hasan.

Lanjut ia mengatakan, PAN saat ini memposisikan diri sebagai partai politik yang menawarkan solusi dengan gagasan dan ide-ide.

Sehingga, kontribusi PAN membawa pada situasi demokrasi yang mengantarkan kesetaraan dan keadilan bagi masyarakat Indonesia.

“Kalau PAN itu kan harus yang dipertentangkan itu pikiran. Bagaimana Indonesia menjadi negara maju pada 2045. Contoh, demokrasi kita ini apa sudah bagus? Kami mengatakan perlu disempurnakan agar menghasilkan kesetaraan dan keadilan. Ekonomi, UKM kita bagaimana, kedaulatan pangan kita bagaimana ya, menghadapi geopolitik yang cepat berubah bagaimana? Oleh karena itu, hidup ini kan harus memilih,” pungkasnya.

Dia juga menegaskan kader dan masyarakat bahwa PAN tidak tertarik berjualan cebong-kampret.

Dia mempersilakan partai lain mengangkat hal itu sebagai jualan politik di 2024 mendatang, tetapi tidak bagi PAN.

“Kita ingin mempersatukan, karena kita ini saudara, keluarga. Oleh karena itu, PAN jualannya pikiran dan konsep. Itu lah yang dipertentangkan agar Indonesia jadi negara maju,” ujarnya.

Mendag ini mengatakan berdiskusi bahkan bertengkar boleh, tetapi harus tetap menjaga keutuhan NKRI. Karena warga negara Indonesia semua bersaudara dan angan bertengkar karena urusan keturunan dan agama (identitas).

“Demokrasi kita harus menghasilkan keadilan, kesetaraan dan harmoni,” ungkapnya.

Diketahui PAN merupakan salah satu partai pengagas Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Dalam membentuk KIB, PAN bersama dua partai politik lainnya, yakni Golkar dan PPP.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *